Balitjestro Perkenalkan Empat Inovasi Teknologi Jeruk

Sumber: memorandum, 31 Agustus 2017, halaman 4

Batu, Memorandum

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Tlekung, Junrejo, Kota Batu, memperkenalkan empat inovasi teknologi baru tanaman jeruk, Rabu (30/8).

Kepala Seksi Pelayaanan Teknis dan Jasa Penelitian Balitjestro, Anang Tri Wiratno, mengatakan Balitjestro berhasil mendiseminasikan atau menyebarkan empat inovasi baru. Pertama, system pakar untuk monitoring organisme penganggu tanaman (OPT) jeruk. Kedua, pupuk lengkap lepas lambat (slow realease ferttilzer). Ketiga, sistem pakar untuk monitoring organisme pengganggu tanaman (OPT). Sistem ini untuk melakukan OPT jeruk secara real time berbasis web. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memantau perkembangan atau serangan OPT jeruk secara langsung di lapangan.

“Untuk yang ketiga, kita lakukan deteksi cepat sebagai solusi dalam penanganan penyakit jeruk. Sedangkan yang keempat adalah menciptakan alat aplikasi pestisida sistemik melalui batang tanaman jeruk, ” kata Anang, kemarin.

Menurutnya, unggulan pupuk lengkap lepas lambat (slow realease ferttilzer) nantinya diharapkan akan diproduksi secara massal oleh rnitra industry pupuk. Hal ini dimaksudkan untuk menggantikan pupuk konvensional atau pupuk resmi.

“Ini solusi tepat dalam mengelola nutrisi tanaman. Sedang hasil unggulan yang ketiga itu adalah perangkat deteksi cepat, sebagai solusi dalam penanganan penyakit, khususnya penyakit jeruk, ” ujarnya.

Anang juga menyebut empat inovasi teknologi baru itu didemontrasikan di hadapan masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan. “Demontrasi dan pelatihan untuk peserta itu akan dilakukan selama dua hari, Rabu (30/8) dan Kamis (31/8), diikuti sekitar 100 orang peserta seluruh Indonesia, ” pungkasnya. (cr-2/rsm/udi)