Balitjestro Mendukung Pengembangan Jeruk di Kabupaten Paser

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu adanya teknik yang mendukung dalam pengelolaan tanaman jeruk agar mampu berproduksi dengan baik. Dengan adanya dukungan teknologi yang tepat untuk diterapkan ke petani maka akan mampu mengangkat produksi tanaman jeruk sehingga dapat meningkatkan keuntungan dari hasil panen jeruknya.

Dalam rangka pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur Dinas Pertanian Kab Paser mengirimkan petugas untuk mengadakan kunjungan di Balitjestro (Kamis 03/ 05/2012). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang budidaya jeruk yang sehat. Karena untuk mendapatkan hasil yang optimal dibutuhkan teknologi dan pengelolaan yang baik dan benar.

Di Kabupaten Paser sendiri  jeruk sudah masuk dalam program pengembangan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan dengan memperluas lahan untuk tanaman jeruk. Dalam usaha pengembangan jeruk sudah disiapkan kurang lebih 600 ha untuk ditanami.  Tanaman jeruk yang dikembangkan di daerah Paser ini adalah jenis Borneo Prima yang warnanya kuning. Untuk itu dari Dinas sendiri membutuhkan dukungan dari Balitjestro untuk pengembangan jeruk di sana. Hal tersebut disampaikan Suwarto mewakili petugas dari Kabupaten Paser. Lebih lanjut dikatakan pada saat ini jeruk Borneo Prima sudah dikembangkan dilahan seluas 200ha. Dalam tahap pengembangan selanjutnya telah disiapkan lahan seluas 600 ha untuk ditanami jeruk khususnya Borneo Prima sebagai jeruk lokal Kalimantan Timur. Dengan adanya lahan yang luas diharapkan pada nantinya produksi jeruk akan meningkat dan keuntungannya pun akan semakin besar.

Dalam pengembangan jeruk di Kabupaten Pasir pihak Balijestro siap memberikan dukungan maupun kawalan untuk meningkatkan produktivitas tanaman jeruk yang ada sehingga pada nantinya keuntungan yang didapat akan semakin meningkat.  Dr.Ir Mochdar Sudarjo, MSc Kepala Balitjestro mengungkapkan hal tersebut dalam sambutannya. Selain itu dengan banyaknya jeruk impor yang ada di supermarket maupun toko-toko yang menjadikan tantangan dalam budidaya jeruk hingga pada nantinya jeruk lokal akan mampu menggeser keberadaan jeruk impor. Dalam upaya pengembangan kawasan jeruk di Kaltim khususnya Kabupaten Paser perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak. Untuk perlu dukungan dari pemerintah setempat, petani, dan pihak lain yang terkait dengan pengembangan tanaman jeruk.

Selain mengunjungi Balitjestro para petugas dari Kabupaten Paser juga mengunjungi sentra produksi tanaman jeruk di Selokerto  Kecamatan Dau Malang. Di daerah ini luas lahan yang ditanam sudah mencapai 500 ha. Disini petugas dapat melihat, mengamati dan berdialog dengan petani tentang budidaya tanaman jeruk dan pemeliharaannya. Dengan adanya tambahan wawasan dan pengetahuan mengenai budidaya tanaman jeruk maka pada nantinya pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten paser akan terlaksana dengan baik dan sesuai yang diharapkan.

 

Tinggalkan Balasan