Balitjestro Jajaki Kerjasama Riset dengan Thailand

Thailand terkenal maju di bidang riset pertanian, khususnya di bidang hortikultura. Begitu juga lebih tertata dan profesional dalam pengelolaan agrowisatanya, meskipun konon awalnya mereka justru belajar dari Indonesia, khususnya dari Kebun Agrowisata Mekarsari. Ternyata mereka cepat belajar, dan kompak dalam melakukan sinergi antar komponen dari hulu hingga hilir sehingga membuat produk petani terserap dengan baik di pasar.

Balitjestro sangat menyadari salah satu permasalahan buah-buahan, khususnya jeruk dan buah subtropika yang menjadi mandat Balitjestro yaitu aspek pemasaran dan pengelolaan kelembagaan petani. Begitu pula dalam penguasaan teknologi budidaya, khususnya di tanaman anggur dan lengkeng. Untuk itulah, tim peneliti Balitjestro yang dipimpin oleh Kepala Balai Dr. Ir.Muhammad Taufiq Ratule, M.Si mengunjungi Thailand (5-8 Maret 2019) dalam upaya menjalin kersama riset dan pengembangan buah jeruk dan subtropika.

Pihak Thailand dalam hal ini yaitu Horticulture Research Institute (HRI) di mana struktur organisasinya dibawah Department of Agriculture, Ministry of Agriculture and Cooperative Kingdom of Thailand. Struktur lembaga riset di Thailand sangat berbeda dengan di Indonesia, dimana HRI langsung menangani berbagai komoditas hortikultura termasuk jeruk, rambutan, manga, papaya, nanas, dll.  Lebih lanjut, HRI terdiri dari 11 bidang atau pusat riset, diantaranya kelompok peneliti, kelompok akademik, kelompok ekonomi hortikultura, kelompok agrowisata, dan 6 pusat riset hortikultura, atau kalau di Balitjestro seperti Kebun Percobaan namun lebih luas, minimal 100 hektar.

Tim Balitjestro melakukan diskusi penjajakan kerjasama dengan diawali presentasi dari masing-masing pihak. Topik diskusi yang berkembang menarik yaitu pengembangan buah lengkeng, pengendalian Huanglongbing (HLB), deteksi dini HLB yaitu CVPD Kit dan pada akhir diskusi, diserahkan draft rancangan penandatanganan MoU untuk dipelajari pihak Thailand dari Kepala Balitjestro kepada Mr. Jarun Youbrum, Direktur Horticulture Research Institute (HRI), Department of Agriculture, Ministry of Agriculture and Cooperative Kingdom of Thailand. Harapannya, dalam kunjungan balik ke Balitjestro, penandatanganan MoU bisa dilakukan dan kerjasama teknis dapat mulai dilaksanakan.

Dalam kesempatan ini pula, Balitjestro mengunjungi Talaad Thai yang menjadi sentra agribisnis pertanian Thailand dan juga kebun jeruk petani yang menanam jeruk di lahan rawa, tepatnya di Pakorn Farm, Nongsua Pathumtani, dan akan dilanjutkan di beberapa kawasan agrowisata unggulan di Thailand. Sebagaimana perlu diketahui, Balitjestro telah ditunjuk oleh Kementerian Pertanian sebagai koordinator pengembangan hortikultura di Jawa Timur. Sehingga dalam waktu dekat, berbagai aksi tindak lanjut perlu segera dilakukan. (ZH)