Balitjestro Berkolaborasi dengan BPTP Jawa Tengah Dampingi Petani Jeruk di Banjarnegara

Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara – Jawa Tengah secara bertahap mulai serius melakukan pengembangan tanaman jeruk. Salah satu bentuk keseriusan Pemda Banjarnegara  untuk mengembangkan tanaman jeruk adalah kunjungan Bupati Banjarnegara beserta KTNA seluruh kecamatan ke Balitjestro beberapa waktu yang lalu. Kegiatan menanam jeruk di lahan petani mulai di inisiasi tahun 2011 dengan luas 2 ha untuk jenis tanaman jeruk varietas keprok Batu 55. Secara rinci pengembangan tanaman jeruk dalam kurun waktu 5 tahun terakhir seperti terlihat pada Tabel dibawah ini

Tabel 1. Perkembangan Areal Jeruk di Kabupaten Banjarnegara

No Tahun Varietas Luas (ha)
1 2011 Keprok Batu 55 2
2 2012 Keprok Batu 55 7
3 2013 Keprok Batu 55 5
4 2014 Keprok Batu 55 50
5 2015 Keprok Batu 55 50
Jumlah 114

Berdasarkan informasi dari Pemda Banjarnegara melalui Dinas Pertanian, target pengembangan tanaman jeruk sampai pada tahun 2019 seluas 800 ha yang dialokasikan pada enam kecamatan yakni Wanayasa, Karang Kobar, Pagantaran, Pandanaran, Kalibening, dan Pagentan. Dalam kurun 5 tahun terakhir ini masih di fokuskan pada tiga kecamatan yakni Wanayasa, Karang Kobar, dan tiga kecamatan yang lain untuk pengembangan berikutnya. Varietas yang dikembangkan sampai dengan saat ini masih di fokuskan untuk keprok Batu 55. Pemilihan varietas di dasarkan pada hasil rekomendasi dari Balitjestro, karena lokasi pada tiga kecamatan yang sedang di tanami jeruk berada pada agroekologi lahan kering dataran tinggi dengan ketinggian 1100 dpl.

Pengembangan tanaman jeruk di Kabupaten Banjarnegara dilakukan secara bertahap, karena terkait dengan kesediaan logistik benih dan ketersediaan SDM setempat. Untuk mendukung pengembangan tanaman jeruk saat ini dan berikutnya maka mulai tahun 2015 Balitjestro berkolaborasi dengan BPTP Jawa Tengah untuk melakukan pendampingan teknologi melalui kegiatan diseminasi. Hal ini penting untuk dilakukan pengawalan karena masih sangat kurangnya pengetahuan atau pemahaman petani akan teknologi budidaya tanaman jeruk sehat.

Pendampingan secara bertahap terkait dengan penerapan inovasi teknologi budidaya jeruk menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan, karena dengan pendekatan tersebut tanaman jeruk akan terkelola dengan baik dan benar. Oleh karena itu agar percepatan adopsi teknologi segera terjadi di area pengembangan dengan melibatkan atau kerjasama dengan BPTP Jawa Tengah, Dinas Pertanian, dan para petani setempat. Bentuk kerjasama yang dilaksanakan adalah pengawalan inovasi teknologi dan penguatan kelembagaan kelompok tani. Pada tahap awal yang dilakukan dalam pendampingan teknologi ini adalah sosialisasi pentingnya menerapkan inovasi teknologi budidaya tanaman jeruk secara baik di lapangan atau langsung di lahan petani. Dari hasil sosialisasi akan dihimpun beberapa permasalahan yang dihadapi petani saat ini dan akan dicarikan solusinya. Rencana pertemuan berikutnya adalah turun ke lapang untuk mengetahui keragaan tanaman dan masalah yang terjadi. (Oleh: Harwanto/Balitjestro)

[cml_media_alt id='2524']Pertanian Jeruk Banjarnegara[/cml_media_alt]

Gambar 1. Kata sambutan dari penjab Diseminasi Teknologi, Dr. Harwanto pada acara pertemuan dengan kelompok tani (gambar kiri). Sosialisasi budidaya tanaman jeruk sehat oleh Hadi Mulyanto, SP (gambar kanan)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event