Balitjestro Batu Temukan Alat Baru

Bark Pesticide Aplicator (BPA)

KOTA BATU – Alat Bark Pesticide Aplicator (BPA), pembasmi hama terbaru mulai diperkenalkan. Alat penyemprot insektisida tersebut lebih praktis dan aman digunakan. Lebih bisa membunuh hama secara maksimal dan musuh alami hama tetap terjaga.

Alat yang ditemukan oleh tim dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) tersebut baru dikenalkan pada Kamis (14/8), untuk masyarakat umum. Dipamerkan dalam HUT Balitjestro yang ke-40 di Desa TIekung Kecamatan Junrejo. Dalam pameran alat tersebut, petugas dari Balitjestro juga memperagakan pengoperasionalan BPA.

Mulai dari mengisi pestisida ke dalam tabung hingga mempraktikkan cara penggunaan alat tersebut “Alat ini lebih efektif membasmi hama. Dan bisa menjaga musuh alami harna tidak terkena pestisida,” kata Ir Otto Endarto MSi peneliti di Laboratorium Entomologi, di Balitjestro.

Alat tersebut dibuat dalam waktu kurang lebih tiga minggu di bulan Juni. Sekarang alat tersebut sudah bisa diperbanyak untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia. Dengan alat baru ini akan lebih menghemat waktu. Otto pun mengatakan, alat itu lebih mudah dalam penggunaannya dibanding dengan alat penyemprot hama lainnya. Dalam penyemprotan 1 hektare tanaman jeruk, membutuhkan waktu 2 jam saja.

Sedangkan dengan menggunakan alat lain, bisa memakan waktu 5 jam. Selain itu, kelebihan alat ini juga bisa mengendalikan hama dengan baik. Tidak membunuh musuh alami hama yang mengganggu tanaman. “Penyemprotannya langsung pada batang. Tidak sampai pada daunnya” urai Otto. Sehingga musuh alami hama tersebut tidak ikut terkena racun pestisida Musuh alami hama pun masih bisa berkembang dengan baik untuk membasmi hama secara alarni. Dengan begitu, petani dapat mengurangi penggunaan pestisida. Balitjestro pun akan terus mengembangkan BPA. Didistribusikan ke seluruh petani di Indonesia. Dan bisa membantu petani mengembangkan pertaniannya. “Karni berharap, alat ini sangat bermanfaat bagi petani. Bisa menambah pendapatan petani” beber Otto. (cwl/bb)

Arsip Perpustakaan Balitjestro. Sumber: Radar Batu, Jawa Pos, 21-08-2014 halaman 32.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event