Balitbangtan siapkan 1,2 juta benih jeruk

Jakarta (ANTARA News) – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) menyiapkan 1,2 juta benih bermutu bebas penyakit untuk disebar kepada masyarakat di beberapa daerah di Indonesia.

Kepala Balitjestro Muhammad Taufiq Ratule melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa mengatakan, upaya tersebut untuk mendukung program perbenihan buah-buahan nasional 2018 yang dicanangkan Menteri Pertanian yang salah satunya jeruk.

“Benih merupakan faktor penting untuk keberhasilan agribisnis jeruk. Benih yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan produksi jeruk yang tinggi dan berumur panjang,” katanya.

Balitbangtan melalui Balitjestro dan BPTP-Balitbangtan propinsi, tambahnya, mempunyai kewajiban mendukung program perbenihan nasional tersebut.

Target pengembangan tanaman jeruk diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ha setara dengan kebutuhan benih jeruk 1,2 -1,5 juta tanaman.

“Dukungan inovasi teknologi Balitbangtan dalam penyediaan benih jeruk bebas penyakit sangat diperlukan dalam usaha mengembangkan agribisnis jeruk,” katanya.

Taufiq menyatakan, benih jeruk bebas penyakit adalah benih yang bebas dari patogen sistemik tertentu, sama seperti induknya dan tahapan proses produksinya sesuai dengan alur proses produksi pohon induk dan distribusi benih jeruk bebas penyakit yang telah diberlakukan pemerintah.

Dia mengakui, selama ini masih banyak petani menggunakan benih jeruk yang tidak berlabel biru yang belum terjamin bebas penyakit, sehingga banyak kawasan jeruk yang mengalami penurunan produksi yang diakibatkan penggunaan benih yang tidak sehat.

Benih yang asal-asalan yang tidak terjamin kualitasnya apabila ditanam bisa berakibat mudah terserang penyakit dan umur produksi tidak lama.

“Penggunaan benih jeruk bermutu yang didukung oleh teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) dan mengurangi penggunaan benih jeruk asal-asalan akan menjamin keberlanjutan pengembangan tanaman jeruk di Indonesia,” katanya.

Dengan program tersebut diharapkan mampu mempercepat proses hilirisasi varietas unggul jeruk untuk kemudian dapat dikembangkan oleh masyarakat, lanjutnya, selain itu penggunaan benih unggul bebas penyakit dapat meningkatkan pendapatan petani seiring dengan meningkatnya produksi. (Fjr)