Balitbangtan Kawal Pengendalian Lalat Buah Di Tapanuli Utara

Serangan lalat buah masih menjadi masalah bagi petani jeruk. Hal ini sangat merugikan karena dapat menghambat peningkatan produksi dan mutu buah.

Buah yang terserang mudah dikenali dengan adanya perubahan warna kulit di sekitar tanda sengatan dan terjadinya pembusukan buah dengan cepat.

Untuk mengantisipasi serangan lalat buah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) yang diwakili oleh Balitjestro dan BPTP Sumatera Utara melakukan pendampingan teknologi di petani jeruk Tapanuli Utara, Sumut. Gerakan pengendalian lalat buah yang dilaksanakan pada 28 Februari – 1 Maret 2017 ini dilaksanakan di Hutanamora, Desa Lobu Hole, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara.

Pendampingan ini untuk memberikan bimbingan dan pelatihan bagi petugas dan petani dalam mengendalikan hama dan penyakit jeruk terutama serangan lalat buah.Dalam gerakan pengendalian ini dilakukan serentak dan terkoordinasi dibawah camat untuk melakukan bersih-bersih buah yang terserang lalat buah.

Menurut Dinas Pertanian setempat terjadi serangan lalat buah pada jeruk di lahan seluas 21 ha dengan intensitas ringan yang dikhawatirkan akan mengancam lahan lainnya seluas 31ha.

Untuk itu perlu adanya teknologi pengendalian yang tepat untuk mengatasinya. Penerapan inovasi teknologi sangat diperlukan untuk mengatasi serangan hama dan penyakit khususnya lalat buah.

Pengendalian lalat buah dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknologi yang dapat diaplikasikan yaitu :

  • Pengandalian fisik dengan pembungkusan buah mulai umur 1.5 bulan untuk mencegah oviposisi(peletakan telur)pada buah. Pembungkusan dapat dilakukan dengan menggunakan kertas semen atau kantong plastik.
  • Sanitasi kebun, memusnahkan buah jeruk yang terserang baik yang masih dipohon maupun yang sudah gugur dengan cara membenamkan ke dalam tanah atau membakarnya, dengan tujuan mematikan larva yang ada di tanah.
  • Penggunaan atraktan/perangkap lalat buah jantan dengan senyawa Methyl Eugenol (ME) yang dikombinasikan dengan insektisida untuk menangkap lalat jantan sekaligus mengendalikan.
  • Pengendalian mekanis dengan tanah di bawah tajuk dan pengasapan secara berkala agar pupa tidak menjadi dewasa dan untuk mengusir lalat dewasa.
  • Pengendalian dengan pelepasan serangga mandul yang dihasilkan dengan teknik radiasi. Pengendalian ini masih merupakan pengendalian yang mahal.
  • Pengendalian biologi, yaitu dengan memanfaatkan parasitoid dan predator yang ada di alam seperti Biosteres sp., Opius sp., semut dan laba-laba

Dengan mengaplikasikan teknologi ini diharapkan serangan lalat buah dapat dikendalikan sehingga mutu dan produksi buah jeruk dapat terjaga. (otto/fjr)