Balitbangtan Gelar FGD Matangkan Konsep Taman Sains Pertanian

Program Kementerian Pertanian pada tahun 2015 melalui Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian adalah mengembangkan 6 (enam) Taman Sains Pertanian (TSP), salah satu diantaranya adalah TSP Balitbangtan Jakenan dengan agroekologi lahan sawah tadah hujan dengan luas lahan ± 30 ha. Berdasarkan master plan yang telah dibuat, TSP Balitbangtan terdiri atas 20 demplot/display 5 komoditas utama (padi, jagung, kedelai, tebu, ternak) dan 15 komoditas pendukung. Untuk memantapkan program ini maka diselenggarakan FGD TSP Balitbangtan Jakenan.

FGD dilakukan dengan melibatkan pakar/peneliti pendamping dari Balai/Lolit lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk berkoordinasi dengan koordinator lapang TSP Balitbangtan untuk mempercepat dan memantapkan proses transfer inovasi pertanian agroekologi lahan sawah tadah hujan. Tujuan diselenggarakannya FGD adalah :

  1. Mendapatkan informasi komoditas unggulan lahan kering iklim kering dataran rendah
  2. Mendapatkan bimbingan teknis budidaya tanaman di lahan kering iklim kering dataran rendah
  3. Menyusun workplan dan bisnis plan yang berkelanjutan di TSP Balingtan
  4. Menyiapkan link teknologi untuk diintroduksikan di TTP yang sesuai dengan agroklimat TSP Balingtan

FGD diikuti oleh 50 peserta, 25 berasal dari peneliti lingkup Balitbangtan sedangkan 25 orang merupakan koordinator lapang TSP Balingtan Jakenan. TSP Balingtan mempunyai 20 kegiatan mulai pengelolaan padi, jagung, kedelai, ternak, tebu, hortikultura, biopsetisida, pasca panen, integrasi ternak-tebu, ternak-tanaman pangan, sampai pengelolaan emisi GRK. Kelompok diskusi dibagi sesuai dengan kegiatan yang ada, dikelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu :

  1. Pengelolaan hortikultura dan kelapa
  2. Pengelolaan biopestisida
  3. Pengelolaan kedelai dan jagung
  4. Pengelolaan padi, integrasi ternak-tanaman pangan
  5. Pengelolaan tebu, ternak, tebu-ternak
  6. Pengelolaan pasca panen
  7. Kelembagaan TSP

Diskusi kelompok pengelolaan hortikultura dan kelapa diikuti oleh pendamping teknologi Ir. Agus Sugiyatno, MP (Balitjestro), Dr. Muryati (Balitbu), Dr. Bagus K (Balitsa), Dr. Emy S (Balit Palma) dan koorlap pengelolaan hortikultura. Dari master plan yang ada, tanaman horti dan kelapa yang akan ditanam cukup banyak yaitu 8 jenis buah-buahan, 8 jenis sayuran dan 2 jenis kelapa. Banyaknya komoditas yang dikembangkan ini untuk melengkapi yang sudah ada dan ditanam dalam spot-spot tertentu bukan dalam bentuk hamparan mengelompok. Menurut peneliti pendamping, komoditas yang akan ditanam terlalu banyak harus dirasionalisasi sesuai lahan yang disediakan dan sebaiknya dalam bentuk hamparan yang mengelompok sehingga untuk menunjukkan inovasi teknologi yang ada jadi jelas terlihat, bukandalam bentuk spot-spot. Pemilihan komoditas juga harus mempertimbangkan segi ekonomi, karena ke depan dari TSP ini diharapkan akan bisa mandiri sehingga tanaman-tanaman yang ada seharusnya bernilai ekonomi tinggi. Dengan pembatasan komoditas ini akan memudahkan membuat workplan dan bisnis plan.

Hasi diskusi disepakati bahwa budidaya hortikultura di TSP KP Jakenan sebaiknya sesuai blok-blok dan ditetapkan skala prioritas pengembangan atau output akhirnya mempertimbangkan keterbatasan luasan lahan. Tanaman buah-buahan yang relatif dapat tumbuh baik di agroekosistem lahan kering iklim kering dataran rendah adalah mangga, buah naga, pisang, sirsak, jambu biji, papaya, dan jeruk (terutama jeruk siam, keprok dataran rendah, dan pamelo). Tanaman sayuran yang dapat dikembangkan, antara lain: cabe kriting varietas kencana, cabe rawit varietas agrihort 1 dan 2, cabe besar varietas Tanjung 1, bawang merah (Bima, Mentes, Pancasona, TSS), dan mentimun varietas Litsa hijau. Benih sayuran tersedia di Balitsa dan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan TSP KP Jakenan. Diversifikasi sayuran dalam TSP dikembangkan melalui KRPL. Disarankan system pembenihan/pembibitan komoditas hortikultura lahan kering dataran rendah perlu dibangun untuk mendukung keberlanjutan TSP KP Jakenan. 

  • Secara umum, TSP Balingtan Jakenan merupakan TSP paling siap dibanding yang lain dengan infrastruktur pendukung yang sangat memadai, masukan-masukan dari peneliti pendamping akan sangat mendukung dalam pengembangan tanaman di lapang baik dalam bentuk display maupun visitor di lapang sesuai target yang direncanakan. 

Tanaman cabai (kiri) dan Tumpang sari mangga dengan kacang tanah (kanan)

Gedung Utama (kiri) dan Mess pendukung (kanan)

 

Berita dan Foto: Agus Sugiyatno

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event