Badan Litbang Pertanian Jalin Kerjasama dengan Bappeda Purbalingga Kembangkan Stroberi

PurbalinggaStroberi

Dalam rangka peningkatan kualitas buah stroberi di Kabupaten Purbalingga khususnya petani stroberi di Desa serang, Bappeda Purbalingga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang narasumber dari Balitjestro yaitu Ir. Arry Supriyanto MS dan Ahmad Syahrian Siregar SP., untuk mediskusikan permasalahan-permasalahan, peluang dan tantangan serta masukan dalam pengelolaan dan pengembangan tanaman stroberi di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini juga berdiskusi banyak mengenai upaya peningkatan daya saing stroberi.

Acara dilaksanakan tanggal 19 November 2014 di Aula Pertemuan Bappeda Purbalingga. Tim Balitjestro disambut oleh kepala Bappeda Ir. Setiyadi M.Si beserta stafnya. Dalam acara tersebut Ir. Arry Supriyanto MS memaparkan presentasinya dengan judul ”Dukungan inovasi  teknologi pengembangan agribisnis stroberi organik di kawasan Serang Kabupaten  Purbalingga, Jawa Tengah“. Dalam persentasinya Ir. Arry Supriyanto MS menekankan tentang pentingnya penggunaan bibit yang bermutu untuk pertanaman stroberi hasil dari inovasi teknologi badan litbang, penerapan pola tanaman organik yang berkesinambungan serta penguatan kelembagaan petani yang berdikari.

Ahmad Syahrian Siregar memaparkan presentasinya yang berjudul “Teknologi Budidaya Stroberi” yang memberikan gambaran tentang berbagai teknik budidaya stroberi dari sentra-sentra pertanaman stroberi di Indonesia dan bagaimana untuk melakukan kreatifitas dalam berbudidaya tanaman stroberi dengan kaidah-kaidah yang sesuai dengan sumber daya lokal sehingga dapat mempercepat untuk memeperbaiki kualitas dari produksi buah stroberi.

Tim Balitjestro juga akan menginisiasi program dalam hal mencoba beberapa jenis tanaman stroberi yang akan dikembangkan di Purbalingga. Program ini akan dilakukan bersama-sama dengan pihak Bappeda dan Dintanbuhut Kabupaten Purbalingga. Dalam pengembangannya, semua bibit yang berasal dari kultur meristem in vitro yang akan dilaksanakan dengan MoU dari pihak yang terkait. Dari kerjasama yang akan dilaksanakan pada bulan Februari tahun 2015 diharapkan bahwa dari beberapa jenis tanaman tersebut ada salah satu yang memang cocok untuk dikembangkan di Purbalingga selain jenis Osogrande yang telah banyak digunakan oleh petani di daerah Purbalingga. [syahrian|balitjestro]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event