Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Akhir Pekan bersama Anak-anak

asyiknya wisata petik jeruk bersama anak-anak

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) setiap tengah tahun membuka lokasi kebun untuk wisata petik jeruk. Kegiatan bertujuan untuk diseminasi mengenai produk jeruk unggulan nusantara. Panen raya jeruk di Indonesia berlangsung mulai bulan Mei sampai bulan Agustus setiap tahunnya. Dan untuk tahun 2014 ini setelah rangkaian Open House Balitjestro selesai, wisata petik jeruk masih dibuka di akhir pekan.

Pantaun tim website pada akhir pekan kemarin (16-17 Agustus 2014), pengunjung masih banyak yang datang, bahkan ada rombongan dengan bus. Beberapa peserta yang datang pada acara Open House Balitjestro mengaku datang lagi kali ini dengan mengajak keluarga dan kerabat yang di hari kerja tidak memungkinkan untuk petik jeruk.

Akhir pekan besama keluarga adalah pilihan yang menyenangkan, apalagi melakukan aktivitas yang mengandung unsur edukasi. Beberapa pengunjung tampak mengajak anak-anak untuk memetik jeruk. Lokasi kebun yang relatif datar di Kebun Percobaan Tlekung menjadi keunggulan tersendiri bagi anak-anak untuk bermain.

Ada seorang anak yang menangis dan menolak dipetikkan jeruk oleh orang tuanya. Ia memilih memetik sendiri walau harus diangkat karena jeruk yang dipilihnya setinggi kepala orang dewasa, ia kemudian mengupas dan memakannya sendiri. Tampak ada kepuasan tersendiri di wajah sang anak. Wisata petik ini membebaskan pengunjung untuk memilih, memetik sendiri dan menimbang  jeruk yang hendak dibawa pulang dengan harga Rp 10.000,-/kg. Dana yang terkumpul dari acara ini akan disetor untuk PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).

Wisata petik jeruk menjadi sarana untuk rekreasi dan juga promosi bagi buah jeruk unggulan nusantara. Chandra dan Mey-mey mengaku senang datang ke Balitjestro. Informasi wisata petik didapatnya dari twitter. Walau sudah lama menjadi warga Ngaglik Batu, ia mengaku baru tahu dan pertama kali ini datang ke Balitjestro. Lain lagi dengan rombongan dari pegawai Hotel Purnama yang juga baru pertama kali ke Balitjestro untuk wisata petik jeruk. Mereka tahu informasi dari salah satu karyawan di Balitjestro.

Anis Andrini, Budianto, Oka Ardiana, Sumakri dkk yang juga karyawan Balitjestro mengajak pula keluarga dan kerabat untuk petik jeruk kali ini. Bahkan Sumakri mengaku baru kali ini ibunya datang ke kantor setelah 20 tahun bekerja di Balitjestro. Tak lupa mereka pun menimbang jeruk yang dipetik dan membayar sama sebagaimana pengunjung lainnya Rp 10.000,-/kg. Akhir pekan memang waktu yang paling sesuai untuk mengajak anak-anak mengunjungi kebun jeruk.

Minat pengunjung untuk wisata petik sangat tinggi. Dan banyak informasi yang belum diketahui publik mengenai kekayaan plasmanutfah dan berbagai produk unggulan Badan Litbang Pertanian. Tugas kita bersama untuk senantiasa terus menginformasikan kepada masyakarat agar semakin banyak petani yang menanam jeruk dengan teknologi anjuran sehingga masyarakat pun dapat memperoleh berbagai produk jeruk unggulan nusantara dimana saja. [zh/balitjestro]

 

Tinggalkan Balasan