Arahan Kepala Balitbangtan untuk “The Next Generation” Balitjestro

"Anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan!"  - Anies Baswedan
“Anak muda memang minim pengalaman, karena itu ia tak tawarkan masa lalu. Anak muda menawarkan masa depan!”
– Anies Baswedan

Pada Senin kemarin (20/04/2015) setelah mengunjungi Kebun Percobaan (KP) Punten, Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr. Haryono dan jajaran pimpinan Balitbangtan bersilaturrahim dengan para peneliti Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro).

“The next generation Balitjestro” adalah para peneliti muda Balitjestro yang jumlahnya cukup banyak, yaitu 14 dari 26 peneliti yang masih dibawah 40 tahun. Para peneliti muda adalah aset masa depan Balitbangtan karena kapasitas dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) peneliti yang unggul menentukan keberlanjutan dan eksistensi Balitbangtan di kancah dunia internasional.

Saat ini Balitbangtan sedang giat-giatnya mendorong SDM-nya untuk mengikuti berbagai kegiatan peningkatan kapasitas dan kualitas SDM seperti sekolah ke jenjang yang lebih tinggi dan training ke luar negeri. Program ini merupakan salah satu program yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan kurva kedua Balitbangtan.

Kapuslitbang Hortikultura Dr. Prama Yufdi dalam sambutannya menceritakan bahwa saat ini semakin banyak peneliti dan teknisi di lingkup Puslitbang Horti yang diminta menjadi narasumber berbagai kegiatan pengembangan kawasan Hortikultura. Tentunya ini sebuah bentuk pengakuan atas keahlian para peneliti dan teknisi.

Dr. Ir. Agung Hendriadi Sekretaris Balitbangtan menekankan bahwa organisasi maju dan eksis itu mempunyai 3 M yaitu; Material, Man dan Money. Pertama, “material” atau aset pengelolaannya harus mengikuti tata kelola yang berlaku. Salah satu indikatornya adalah tercapainya target Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Balitjestro sendiri merupakan lembaga penelitian jeruk pertama se-Asia Tenggara yang memiliki sertifikat ISO 9001 : 2008 dan ISO 17205 : 2008 tentang uji di laboratorium Balitjestro. ISO 9001-2008 telah diterima pada tahun 2010 dan laboratorium penguji di Balitjestro telah terakreditasi pada 2011 berdasarkan SNI ISO/IEC 17025 : 2008 sertifikat no LP-509-IDN. Ruang lingkup pelayanan pengujian ada dua yakni penyakit jeruk CVPD dan CTV

Kedua, “man” yaitu SDM Balitbantan sekarang ini didorong untuk go international. Sekolah sebaiknya ke luar negeri untuk menambah jaringan dan pengalaman. Dan ketiga “money” dibutuhkan untuk mensukseskan berbagai program Balitbangtan. Pada 2016 anggaran Litbang akan ditingkatkan. Dan bukti nyata penelitian sebaiknya memang semakin mudah diakses masyarakat seperti demplot penelitian di berbagai daerah di Indonesia yang sekarang ini diwujudkan dalam Taman Sain Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP).

ArahanLitbang

Kepala Balitbangtan Dr. Haryono mengungkapkan bahwa “Hidup matinya Litbang selain di Laboratorium yaitu di Kebun Percobaan (KP). Karena definisi penelitian adalah Agricultural Research is an activity in the field, supported by laboratory and field station. Jadi ketika di lapang, Balitjestro dan balai lainnya tidak boleh meninggalkan lapang. Hasil-hasilnya sudah harus teruji terlebih dahulu.”

Lebih lanjut Kepala Balitbangtan mengungkapkan bahwa bagian dari siklus hidup yang panjang dan pendek adalah regenerasi. Menjelang pensiun, Dr. Haryono merasa bersyukur bahwa ada peningkatan signifikan kondisi KP di seluruh Indonesia. “Banyak KP yang sebelumnya tidak dikenal sekarang ini mau menampakkan diri dengan prestasinya, bahkan mengundang kami untuk datang.”

“Generasi baru harus lebih bersemangat mengembangkan Litbang ke depan. Di Balitjestro memang tampak lebih banyak wajah-wajah muda. Dan ini adalah generasi baru yang menjanjikan, pada saat yang senior menjelang pensiun, yaitu pak Arry Supriyanto, Nurhadi dan Hardiyanto, generasi ini harus lebih siap mengisi dan menggantikan peran seniornya.”

Di akhir arahannya, beliau berpesan kepada generasi muda untuk terus menjaga Balai dan menumbuhkanya menjadi Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika yang prestisius yang mampu memegang peran sistem agribisnis regional, nasional dan bahkan internasional. “Logistik perbenihan di KP Punten sudah hebat, tinggal selanjutnya mengembangkan aspek lainnya.”

“Apa kebanggaan Anda sebagai orang Litbang pada saat keluar daerah? Kebanggaannya adalah produk-produk keluaran Balitjestro diakui, diterima dan diterapkan masyarakat. Setiap tahun harus ada improvement. Disempurnakan dalam hal kualitas, jumlah dan berdampak luas pada perekonomian bangsa Indonesia. Sisanya adalah pahala yang melimpah di akherat (Insya Allah).”

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab muncul banyak masukan mengenai kesempatan untuk sekolah dan kursus (postdoc). Dr. Dita Agisimanto menyampaikan saran adanya sistem kompetisi dalam mendapatkan peluang kursus. Sekretaris Balitbangtan Dr. Ir. Agung Hendriadi menyampaikan bahwa ke depan memang semua peneliti yang akan postdoc harus presentasi di hadapan Kepala Balitbangtan agar apa yang akan dipelajari di luar negeri benar-benar kontekstual dan bermanfaat bagi Litbang. Sedangkan Dr. Chaireni dan Dr. Harwanto menyambut baik kesempatan post doc itu dan siap untuk menjadi calon peserta berikutnya.

Zainuri Hanif, Hasim Ashari dan Buyung Al Fanshuri sebagai peneliti muda yang akan melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi menyampaikan harapan semakin banyaknya peluang kursus dan pelatihan. Selain itu, disampaikan pula ada teman yang sebelumnya diusulkan ke sekolah dalam negeri namun ternyata berminat ke luar negeri agar dapat dipindahkan usulannya ke luar negeri. Pembahasan dan diskusi mengenai sekolah dan peningkatan kapasitas peneliti ini mendapatkan porsi dominan dan perhatian yang sangat baik dari Kepala dan Sekretaris Balitbangtan.

Sebagai penutup, Kepala Balitjestro Dr. Joko Susilo Utomo mengharapkan agar arahan Kepala Balitbangtan diharapkan menjadi pemicu peningkatan kinerja Balitjestro melalui inovasi teknologinya dalam menghadapi pasar regional, nasional dan internasional.

(Berita: Zainuri Hanif / Foto: Aminuddin Fajar)

Related Post

Tinggalkan Balasan