Analisis Usahatani Jeruk Di Lahan Pasang Surut Lampung

(Analysis of Citrus Fanning System in Tidal Land of Lampung)

Jamhari Hadipurwanta dan Sumarno
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung

 

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas yang dilakukan, dan jenis input yang dipergunakan petani dan biaya serta pendapatan usahatani jeruk di lahan pasang-surut di Lampung. Pra-survey dilakukan pada bulan Maret 2003 dan survey kepada 20 petani jeruk di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tanjung Raya, Tulangbawang dilakukan pada bulan Maret dan Juli 2003. Hasil analisis data menunjukkan bahwa rata-rata biaya variabel per hektar usahatani jeruk di lahan pasang-surut sampai dengan tahun ke-4 adalah Rp.16.837.750,-. Proporsi alokasi biaya variabel menurut waktu adalah 23,10% tahun pertama, 19,19% tahun kedua, 23,93% tahun ketiga dan 33,78% tahun keempat. Pada tahun pertama, 25,71 % dari biaya variabel dialokasikan untuk bibit dan 25,71 % untuk pupuk kandang (organik) serta 14,66% upah tenaga kerja penyiapan lahan. Pada tahun kedua sampai dengan tahun keempat, 24,81-30,95% dari biaya variabel digunakan untuk pembelian pupuk organik, dan 27,74-35,48% untuk pembelian pupuk kimia (Urea, SP-36, KC1, ZA). Alokasi biaya variabel untuk pestisida rata-rata 9,49-13,95% dan untuk aktifitas yang lain masing-masing kurang dari 10% setiap tahun. Pendapatan bersih usahatani jeruk sampai dengan tahun keempat sebesar Rp.9 .982.250,- per hektar per tahun. Rasio keuntungan dan biaya pada tahun ketiga 0,12 dan tahun keempat 2,92 dan B/C rata-rata sampai dengan tahun ke empat 0,59.
Kata kunci: Jeruk, lahan pasang-surut, usahatani.

ABSTRACT
The objective of this research was to know which activities are carried out by farmer and to know the cost and benefit of Citrus sp. in tidal land of Lampung. The pre survey was done in March 2003 and the formal survey was done in July 2003. Primary data was collected from 20 respondents, chosen by simple random sampling. Data analysis showed that the variable cost average was Rp.16.837. 750,- per hectare until fourth year, with the proportional of variable cost every year were 23,10% in first, 19,19% in second, 23,93% in third and 33,78% in fourth year. In the first year, 25,71% of variable cost allocated to seed and 25,71% to manure and 14,66% to wages. Second year until fourth year, variable cost allaocated to manure was 24,81-30,95% and fertilizer 27,74-35,48% from total variable cost every year. The variable cost to pesticides average 9,49-13,95% and variable cost to others activities less than 10% from total variable cost every year. The net income per hectare was Rp.9.982.250,- and the Benefit Cost (B/C) ratio was 0,12 in third year and 2,92 in fourth year. The average B/C ratio until fourth year was 0,59.
Key words : Citrus sp., tidal land, farming system

 

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event