Analisis Tata Niaga Jeruk Siam Madu Dari Kabupaten Karo Ke Pasar Jakarta

(Marketing Analyses of Tangerine cv. Siam Madu from Karo to Jakarta)

Perdin Siringoringo, P. Nainggolan, H. Sembiring dan Moehar Daniel
Balai Pengkatian Teknologi Pertanian Sumatera Utara

 

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian analisis tataniaga jeruk Siam Madu dari sentra produksi tanah Karo ke pasar di Jakarta yang berlangsung dari bulan September s/d Desember 2003. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan RRA dengan responden petani produsen, pedagang pengumpul, agen/pedagang Pasar Induk, perusahaan pengangkutan, dan pengecer serta pihak lain yang terkait. Juga dilakukan pengawalan langsung transportasi dari sentra produksi sampai konsumen di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi usahatani cukup menguntung dengan rata-rata produksi sebanyak 66,25 kg/pohon atau 33,13 t/ha dengan biaya produksi ± Rp. 612,75/kg. Harga rata-rata di tingkat petani adalah Rp. 1.850/kg, maka keuntungan yang diperoleh senilai Rp. 40.983.500/ha/tahun. Produksi yang dihasilkan dipasarkan ke luar Sumut adalah ± 30.257,8 t atau 33,0% dan selebihnya di Sumatera Utara. Biaya transportasi dari Karo hingga Pasar Induk Kramatjati terdiri dari ongkos truk dengan kapasitas 8 t (Rp. 4,5 juta) + kutipan resmi/tidak resmi dalam perjalanan (Rp. 190.500) + ferry (Rp. 190.000) + biaya tol (Rp. 27.000) + bongkar (Rp.25.000). dengan tingkat kerusakan ± 4,72%, maka biaya transportasi adalah sebesar Rp. 45.000/keranjang atau Rp. 692/kg. Sedangkan distribusinya menurut kota/pasar tujuan adalah Pasar Induk Kramatjati (8.937,8 t), Caringin (6.524,6 t), Cibitung (5.362,7 t), kota di Sumatera selain Medan (5.251,4 t), Yokyakarta, Semarang dan Surabaya (2.681,3 t), Cililitan.(1.125 t), dan Cikokol (375 t). Harga eceran pada tingkat konsumen di Medan antara Rp. 3.000-8.000/kg, di Jakarta (8.000-15.000/kg) dan Bandung (Rp. 9.000-15.000).
Kata kunci: Jeruk Siam Madu, biaya produksi, tataniaga.

ABSTRACT
Marketing analyses of Tangerine cv. Siam Madu from Karo to Jakarta was conducted on September/Desember 2003. The method of this analyses is the survey and the RRA with farmers, collect traders, central market traders, transportation company and retailer and other stakeholder as a respondent. Direct observation was done from centre production to consumer at Jakarta. The study indicated that citrus culture was feasible with average production as 66.25 kg/tree or 33.13 t/ha with production cost as much as ± Rp 612.75/kg. Average price of citrus at the farmer level was Rp 1,850/kg. The profit that farmer can achieve was Rp 40,983,500/ha/year. Citrus product from Karo was sold to out of North Sumatera as ± 30,257.8 t or 33.0%. The total cost of transportation from Karo to Kramat Jati central market was Rp 4,832,50018 t or Rp 45,000/basket or Rp 692/kg, this cost di vide by : (a) cost for truck as Rp 4,500,000; (b) legal and illegal fee as Rp 190,500: (c) cost for ferry as Rp 190,000; (d) toll fee as Rp 27,000 and (e) loading fee as Rp 25,000. Distribution of citrus market were Kramat Jati Central Market (8,937.8 t); Cililitan (1,125 t); Cikokol (375 t); Caringin (6,524.6 t); Cibitung (5,362.7 t) Sumatera including Medan (5,25l.4 t); Yogyakarta, Semarang and Surabaya (2,681.3 t). Retailer price at consumer level in Medan between Rp 3,000 and Rp 8,000/kg; in Jakarta between Rp 8,000 and Rp 15,000/kg and Bandung between Rp 9,000 and Rp 15,000.
Keywords : Tangerine cv. Siam Madu, cost production, marketing.

 

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event