Aklimatisasi, Faktor Penentu Dalam Mendukung Perbenihan Stroberi Hasil Kultur Meristem

[cml_media_alt id='1289']Stroberi Aklimatisasi[/cml_media_alt]

Stroberi dapat diperbanyak dengan cara generatif melalui pembenihan biji dan vegetatif alami melalui stolon. Dalam praktik sehari-hari paling sering dilakukan adalah perbanyakan vegetatif dengan menggunakan anakan dari stolon karena mudah dan murah. Disamping cara tersebut, perbanyakan vegetatif stroberi lainnya adalah dengan kultur jaringan atau metode in vitro (Kurnia, 2006). Salah satu kegiatan penelitian yang dilaksanakan di Balitjestro adalah Teknologi Perbenihan Buah Subtropika yang telah dimulai dari tahun 2012. Stroberi, merupakan salah satu komoditas buah subtropika yang telah berhasil dilakukan perbanyakannya secara invitro dengan cara kultur meristem.

Perbanyakan tanaman stroberi dari hasil kultur meristem, memerlukan satu tahapan terlebih dahulu yaitu aklimatisasi sebelum tanaman ditanam di lapang. Aklimatisasi adalah tahapan peralihan dari kondisi in vitro kepada kondisi ex vitro, sehingga diperlukan perhatian dan kondisi lingkungan yang cukup optimal dalam mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Masa aklimatisasi merupakan masa yang sangat kritis. Tanaman kecil yang diperoleh (plantlet) harus belajar berdiri sendiri, beralih dari kondisi heterotrof menjadi autotrof. Kondisi heterotrof artinya hidup dari bahan organik yang disuplai ke dalam media tumbuh, sedangkan autotrof artinya hidup dari bahan-bahan anorganik dalam media (Gunawan, 1996).

Kondisi planlet pada keadaan heterotrof tersebut menyebabkan anatomi planlet menjadi tidak nornal seperti kutikula tipis, membuka menutup stomata pada daun tidak berjalan normal dan hyperdrisiti yang ketiganya  menyebabkan tanaman rentan  terhadap kondisi lingkungan ex-vitro (George, 2008.)  Untuk itu, dalam tahapan aklimatisasi ini dibutuhkan pengkondisian iklim mikro yang tepat untuk menjaga kelembaban air tetap dalam keadaan optimal bagi planlet in vitro serta komposisi bahan atau media tanam yang paling optimal guna mendukung pertumbuhan tanaman stroberi hasil kultur meristem sehingga dapat dihasilkan bibit stroberi yang sehat dan siap didistribusikan dalam jumlah banyak dan cepat kepada petani ataupun pengguna lainnya.

[cml_media_alt id='1286']Aklimatisasi tahap pertama[/cml_media_alt]
Aklimatisasi tahap pertama

Tahapan Aklimatisasi Stroberi

  • Tanaman/plantlet dikeluarkan dari botol, dibersihkan dari media agar menggunakan air bersih yang mengalir kemudian direndam dalam larutan fungisida dengan konsentrasi 2gr/liter, dan didiamkan selama kurang lebih 2 jam
  • Tanam stroberi mini dalam pot tray menggunakan media arang sekam kurang lebih 2 – 4 minggu dalam kondisi disungkup.
  • Setelah itu tanaman dipindahkan dalam media tanam untuk pembibitan menggunakan polibag kecil berukuran 10 cm dengan komposisi tanah ladegan + pupuk kandang halus dengan perbandingan 1:1 sebenarnya sudah cukup bagus, namun untuk menambah aerasi dalam tanah bisa ditambahkan pasir, arang sekam atau sekam.
  • Tanaman yang telah dipindahkan dalam media tersebut tetap disungkup dengan menggunakan plastik bening dalam kurun waktu 2 – 4 minggu untuk tetap menjaga kondisi iklim mikro tanaman, terutama faktor kelembaban udara.
  • Setelah tanaman terlihat cukup kuat sungkup dibuka dan tanaman telah siap menjadi bibit yang siap ditanam di lapang.
[cml_media_alt id='1287']Stroberi Aklimatisasi Tahap 2[/cml_media_alt]
Aklimatisasi tahap kedua

Pemeliharaan

  • Perawatan yang dilakukan selama masa aklimatisasi antara lain: penyiraman tanaman dengan cara pengkabutan setiap 2-3 hari sekali, tergantung cuaca dan kondisi lengas media tanamnya.
  • Pemupukan diberikan dengan dosis yang sangat rendah menggunakan NPK (16-16-16)
  • 2 gr/liter air dengan cara disemprotkan melalui daun (foliar application).
  • Pengendalian OPT dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida dan pestisida menggunakan dosis yang sangat rendah disesuaikan dengan kondisi apabila terdapat tanda-tanda serangan saja.

 

Oleh: Oka Ardiana Banaty
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan