Agribisnis Jeruk Di Kabupaten Jember, Jawa Timur

(Citrus Agribusiness in Regency of Jember, East Java)

Hari Widjajadi
Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Jawa Timur

ABSTRAK
Tanaman jeruk Siam di Kabupaten Jember, pada awalnya ditanam oleh petani di daerah Semboro sejak awal tahun 1980 sehingga sampai sekarang dikenal sebagai “Jeruk Semboro”. Penanaman jeruk semakin berkembang dan menyebar di tujuh kecamatan : Umbulsari, Tanggul, Sumberbaru, Jombang, Kencong, Gumulsari, dan Bangsalsari. Jumlah tanaman mencapai puncaknya pada tahun 1994 dengan jumlah 2.301.256 ton tetapi sejak tahun 1990 mulai terinfeksi penyakit CVPD dan banyak tanaman mati serta dieradikasi pada tahun 1997-1999. Pada tahun 1999 sampai 2003 tanaman jeruk mulai ditanam kembali dengan jumlah tanaman mencapai 2.343.826 tanaman atau 4 kali lipat meningkat dalam kurun waktu 3 tahun. Pengelolaan tanaman jeruk di Jember sudah mengacu pada strategi PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat) sedang pemasaran masih mengacu dengan sistem tebasan yang dilakukan oleh pedagang pengumpul/pengepul tanpa sortasi, sehingga posisi tawar petani terhadap harga relatif rendah. Kendala yang dihadapi adalah bibit belum menggunakan mata tempe 1 bebas CVPD, kemampuan sumber daya manusia petani belum optimal. Serangan hama penyakit terbatas karena sarana dan prasarana yang dimiliki terbatas, serta kelembagaan petani masih prematur, belum mampu melayani kebutuhan anggota dalam pengelolaan usahatani jeruk Siam. Dengan memperhatikan kendala dan masalah yang ada, diperlukan serangkaian kegiatan yang memerlukan dukungan semua instansi terkait.
Kata kunci: Jeruk Siam, agribisnis, CVPD, Pengendalian Terpadu Kebun Jeruk Sehat.

ABSTRACT
Citrus plant in Jember was initially grown by farmers at Semboro area since early 1980s; so that right now it called as “Semboro Citrus”. Citrus growing is more developed and spread to sub-districts: Umbulsari, Tanggul, Sumberbaru, Jombang, Kencong, Gumulsari, and Bangsalsari. Total plant reached its peak in 1994 with amount of 2.301.256 tons, unfortunately, since 1990 CVPD started to infect and many plants died and eradicated in 1997-1999. In 1999 up to 2003 citrus plant began to grow back with total reach 2.343.826 plants or increase four folds in the period of three years. Citrus plant management in Jember referred to a strategy of Integrated Management of Citrus Health Orchards (IMCHO) while marketing still refer to bought product prior to harvesting which carried out by retailer without sorting, so that farmer bargaining position to a price is relatively low. Problem encountered is no seed to use CVPD-free budwood, farmer manpower capability is not yet optimal. Pest and disease attack limited due to available of inadequate infrastructure, farmer organization is still premature so that unable to serve the member needs in farming system management of Tangerine cv. Siam. Regarding to existing constraint and problem faced, it needs a series of task that require any support of all related institu tes.
Keywords : Tangerine cv. Siam, agribusiness, Huang Lung Bin (CVPD), Integrated Management of Citrus Health Orchards.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event