Agar lengkeng mau berbuah

Dalam membudidayakan tanaman lengkeng seringkali dihadapkan pada permasalahan yang umum yaitu susah berbuah pada beberapa varietas tertentu.

Sulitnya tanaman lengkeng untuk berbunga karena tanaman ini berasal dari daerah subtropika dimana faktor suhu rendah yang berperan dalam pembungaan tanaman. Maka dari itu tanaman lengkeng di Indonesia pada awalnya bisa berproduksi baik pada daerah yang mempunyai suhu rendah minimal 2 bulan pada saat bulan kemarau, diantaranya Temanggung, Ambarawa dan Batu.

Petani tradisional di Thailand awalnya untuk mengkondisikan lingkungan sekitar tanaman agar suhunya stabil rendah dengan menyemprotkan atau menyiram es di sekitar tanaman. Perlakuan konvensional ini sudah tidak dilakukan lagi seiring ditemukannya bahan kimia yang mampu menginduksi tanaman sehingga bisa berbunga. Penemuan inilah yang menjadikan Thailand sebagai salah satu negara produsen buah lengkeng terbesar.

Dalam keterangan tertulisnya (09/01/2019) Buyung Al fanshuri, SP peneliti Balitjestro menjelaskan bahwa ada beberapa cara dalam menginduksi tanaman lengkeng agar berbunga antara lain:

  1. Perlakuan secara fisika, yaitu dengan cara melukai batang tanaman lengkeng. Misalnya dikerat atau dikelupas kambium di batang utama. Cara ini lebih murah namun kurang terukur aplikasinya.
  2. Perlakuan secara kimia, yaitu dengan pemberian bahan kimia penginduksi. Cara ini lebih terukur dan tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan fisik. Metode pemberian bisa dilakukan dengan tiga cara yakni ;
  3. Disiram di tanah di bawah kanopi/daerah perakaran
  4. Disemprotkan ke daun
  5. Diinjeksi ke batang utama atau akar pohon, cara ini dilakukan pada tanaman lengkeng yang besar yang tidak memungkinkan disiram atau disemprot.

Untuk menginduksi lebih disarankan dengan secara kimia karena apabila dengan secara fisika kelemahannya dapat merusak tanaman dan kurang terukur.

Lebih lanjut dijelaskan, dari hasil penelitian perlakuan kimia dengan cara disiram mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Oksidator yang digunakan menggunakan KCLO3 dan NaCLO3 dengan merk dagang bermacam-macam.

Kemudian syarat utama perlakuan, daun diujung malai harus dewasa-tua, bukan daun muda. Apabila dalam satu tanaman sudah didominasi daun tua namun ada beberapa yang masih muda maka daun yang muda harus dipangkas.

Waktu yang tepat untuk induksi adalah di musim kemarau dan lebih optimal ketika suhunya rendah (“mbediding”). Hindari musim penghujan, jika terjadi hujan deras maka zat kimia yang sudah diperlakukan kemungkinan akan tercuci sebelum terserap tanaman. (af/byg)

Agenda
Tanggal Kegiatan
Rabu, 16 Oktober 2019 Kunjungan Industri – SMKN 1 Gondang Nganjuk
Rabu, 16 Oktober 2019 Studi Banding oleh Diperta Kab. Tulungagung
Jumat, 15 November 2019 SMA IT Al- Hikmah