Adaptasi Perubahan Iklim dalam Upaya Penguatan Ketahanan Pangan

KandunganAirTanah

Solo. Dalam presentasinya pada seminar PERAGI, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng. (Ketua BMKG), mengungkapkan bahwa berbagai bencana alam yang terjadi dan memakan korban diakibatkan karena kita tidak memahami fenomena “hazard” menjadi “disaster”. Daya dukung alam yang semakin menurun perlu menjadi sebuah pelajaran dan segera mendapatkan jalan keluar. Ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi bencana diakibatkan karena tidak adanya fungsi sistem peringatan dini.

Kerentanan

Data dan fakta yang terekam memberikan informasi bahwa saat ini terjadi perbedaan besar suhu daratan dan lautan yang mengakibatkan pergeseran luasan wilayah distribusi dan intensitas curah hujan tahunan (dalam periode 30 tahun).

Saat ini terjadi hal yang memprihatinkan dimana di satu sisi wilayah Aceh mengalami banjir, namun di daerah lain seperti di Jawa Timur dan Indonesia Timur pada umumnya mengalami kekeringan yang luar biasa. Banjir dan kekeringan di tahun dan bulan yang sama di berbagai wilayah di Indonesia menyebabkan dampak sosial ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Salah satu yang menyebabkan kekeringan adalah kandungan air tanah yang berbeda-beda.

TrendPolaHujan

KandunganAirTanah

PerubahanSuhuUdaraDiPulauJawa

KonsentrasiGRK

Kunci dalam menghadapi perubahan iklim yaitu adanya upaya adaptasi terhadap berbagai wilayah yang terkena dampak. Hal ini bisa didukung dengan penguasaan teknologi perbenihan yang unggul. Benih yang adaptif misalnya tahan kering, tahan banjir dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit tertentu perlu menjadi pilihan dan disebarluaskan kepada petani. Selain itu juga adanya peta kondisi lahan yang akurat dan dukungan saluran irigasi yang memadai.

 

Asuransi Indeks Cuaca/Iklim (AICI) juga menjadi salah satu program yang tepat untuk diterapkan kepada petani. AICI sudah diimplementasikan di beberapa negara. Sistem ini memberikan pembayaran “kerugian” kepada pemegang polis jika kondisi cuaca/iklim (indeks cuaca/iklim) tidak terpenuhi tanpa “herus” mengalami kegagalan panen. Sistem ini juga mendorong Climate Literacy di tataran petani; Petani yang mengalami potensi kegagalan akan mendapatkan proses percepatan recovery. Tentunya dalam peneraiapan AICI ini harus berbasis lokal karena setiap wilayah akan berbeda situasi dan kondisinya.

Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan keniscayaan yang saat ini harus kita hadapi. Masyarakat harus menyiapkan diri untuk menghadapi berbagai ancaman dan kerentanan bencana yang semakin meningkat. Lingkungan alam semakin rentan sebagai dampak dari perubahan iklim. Upaya adaptasi perubahan iklim dapat dilakukan melalui kegiatan climate literacy yaitu Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Asuransi Indeks Cuaca/Iklim (AICI).

SekolahLapangIklim

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event