Kalamansi, kecil kaya manfaat

Kalamansi, kecil kaya manfaat

Jeruk, Slide
Jeruk Kalamansi FR atau sering disebut kalamondin merupakan salah satu varietas jeruk nipis yang  berasal dari Bengkulu. Ciri utamanya berukuran kecil 13,5 – 25 gr/buah dengan bentuk buah bulat gepeng dan berwarna kuning kehijauan dan oranye apabila di dataran tinggi. Buah ini terasa asam dengan aroma yang khas dan tajam sehingga sering dimanfaatkan sebagai minuman, dan penyedap masakan bagi bahan yang berbau amis seperti masakan dari laut dan daging.  Minuman sari buah kalamansi baik untuk menjaga kesehatan tubuh karena kaya fosfor (P), kalsium (Ca) dan vitamin C.  Di Bengkulu, jeruk kalamansi umumnya di lahan kering/perbukitan dan buahnya diolah secara komersial menjadi sirup dan cocok sebagai buah tangan bagi mereka yang berkunjung di sana. Tanaman
Balitjestro terima kunjungan lapang HMTP Universitas Pasundan

Balitjestro terima kunjungan lapang HMTP Universitas Pasundan

Berita
Balitjestro menerima kunjungan lapang Himpunan Mahasiwa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Pasundan (Rabu, 16/1/2019) Kegiatan yang diikuti 88 mahasiswa dan dosen pendamping ini bertujuan untuk menambah ilmu tentang pertanian dan implementasinya sesuai dengan tema ‘improving knwoledge of food technology implementations in industri by factory visit”. Kegiatan ini diterima oleh Staf Jasa Penelitian Umi Nurul Taflikha. Dalam kesempatan tersebut disampaikan sekilas tentang Balitjestro beserta inovasi teknologi yang dihasilkan. Selain itu Balitjestro juga menerima magang atau PKL dari berbagai sekolah maupun Universitas sesuai dengan minat. Untuk mempermudah mendapatkan informasi tentang balitjestro juga bisa melalui website dan media sosial. Selanjutnya diharapkan kegiatan i
Beberapa varietas jeruk seedless

Beberapa varietas jeruk seedless

Artikel, Slide
Untuk mendukung pengembangan agribisnis jeruk nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitjestro berupaya menciptakan varietas baru untuk mensubstitusi buah impor khususnya jeruk. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menghasilkan varietas yang berbiji sedikit (seedless) untuk memenuhi permintaan masyarakat. Varietas tersebut dari berbagai jenis baik Keprok, Lemon maupun Pamelo. Soe 86 Agrihorti Keprok SoE merupakan salah jenis varietas unggul jeruk nasional yang memiliki tampilan warna menarik yaitu oranye. Buah ini  memiliki rasa yang manis dengan sedikit rasa asam segar. Keprok SoE86 Agrihorti  memiliki keunggulan utama yaitu berbiji sedikit atau seedless. Selain itu  warnanya yang oranye dengan rasa manis dengan sedikit asam sega...
Himagro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo studi lapang di Balitjestro

Himagro Universitas Muhammadiyah Sidoarjo studi lapang di Balitjestro

Berita
Tiga puluh lima mahasiswa yang tergabung dalam HIMAGRO (Himpunan Mahasiswa Agroteknologi) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo  mengadakan kunjungan lapang ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, (Senin, 14/1/2019). Studi ini dimaksudkan agar menambah pemahaman mahasiswa jurusan agroteknologi dalam mempelajari hortikultura khususnya jeruk . Kegiatan ini diterima oleh Staf Jasa Penelitian Umi Nurul Taflikha. Dalam kesempatan tersebut disampaikan sekilas tentang Balitjestro beserta inovasi teknologi yang dihasilkan. Selanjutnya diharapkan kegiatan ini tidak hanya memenuhi kurikulum saja tetapi untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam bidang pertanian khususnya jeruk. Kemudian mahasiswa juga belajar langsung dilapang tentang budidaya jeruk dan perbenihannnya deng
Petani Muda, Penggerak Utama Agribisnis Keprok RGL 

Petani Muda, Penggerak Utama Agribisnis Keprok RGL 

Artikel
Rejang Lebong Siap Ekspor Buah Jeruk RGL. Dubai telah meminta dikirimi buah jeruk RGL sebanyak 10 ton per minggu, dan dari ekportir handal nasional meminta Bengkulu menyediakan buah jeruk RGL sebanyak 20 ton per 10 hari untuk beberapa negara termasuk Malaysia yang walaupun belum bisa dipenuhi paling tidak menjadi cambuk bagi petani untuk bekerja lebih keras. Rejang Lebong dulu dikenal sebagai daerah tambang emas tersohor dan kini secara bertahap tapi pasti Kabupaten di provinsi Bengkulu yang 70% arealnya merupakan kawasan hutan lindung ini sedang menapaki jalan menjadi sentra agribisnis jeruk nasional yang potensial. Adalah jeruk keprok yang berasal dari Kabupaten tetangga, Lebong dan diberi nama pemerintah sebagai jeruk keprok Rimau Gerga Lebong (RGL) yang nantinya akan memberik...
KIT deteksi cepat, mudahkan kenali gejala Huanglongbing secara isothermal

KIT deteksi cepat, mudahkan kenali gejala Huanglongbing secara isothermal

Slide
Kit deteksi cepat HLB Penyakit Huanglongbing (HLB) atau sering dikenal dengan CVPD merupakan salah satu momok bagi petani jeruk. Penyakit ini dapat menghancurkan suatu kawasan jeruk apabila tidak segera tertangani dengan cepat. Sampai saat ini belum ada obat yang mampu mengobati penyakit ini sehingga yang diperlukan adalah pengendalian dari serangga penular yaitu Diaphorina citri dan pendeteksian secara dini akan gejala penyakit tersebut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitjestro telah menghasilkan inovasi deteksi cepat HLB melalui kit yang diciptakan oleh peneliti Ir. Nurhadi M.Sc dan Yunimar, S.Si, M.Si. Dalam keterangan tertulis (11/01/2019) dijelaskan bahwa kit deteksi ini dikembangkan dengan platform Loop-mediated Isothermal Amplification (LAMP), sua...
Keprok atau Siam

Keprok atau Siam

Artikel, Jeruk
Dalam kehidupan sehari- hari banyak masyarakat yang masih bingung untuk membedakan jeruk keprok dengan siam. Secara keseluruhan jeruk siam dan jeruk keprok memiliki karakter yang hampir sama. Identifikasi secara umum untuk membedakan keprok dengan siam akan memudahkan dalam mengenali jenis buah oleh masyarakat. Buah Jeruk K. Konde Purworejo dan K. Batu 55 Jeruk keprok mempunyai rasa manis sedikit asam dan segar, warna kulit menarik dan mudah dikupas. Berat jeruk keprok 125-274 gram, bentuk buah jeruk keprok  pada umumnya bulat ada yang gepeng, ciri khas mempunyai  konde, tekstur permukaan agak kasar, warna kulit pada dataran tinggi bisa sampai oranye. Mempunyai dinding buah tebal dengan lapisan kulit luar yang kaku, ketebalan kulit 3.13-4.63 mm. Gambar 6. Buah jeruk ...
Metode Pikung Percepat Jeruk Berbuah

Metode Pikung Percepat Jeruk Berbuah

Liputan Media
Tanaman jeruk hasil teknik pikung di Kebun Percobaan Banaran REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian memperkenalkan metode pemijatan dan pelengkungan (Pikung) untuk mempercepat tanaman jeruk berbuah. Dengan metode ini petani dinilai akan lebih bersemangat untuk mengembangkan jeruk keprok di samping jeruk siam. "Teknik ini cukup mudah untuk diaplikasikan karena tidak perlu keterampilan khusus," kata Kepala Balitjestro Dr Taufiq M. Ratulle melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (30/1). Dia menyatakan dalam membudidayakan jeruk, terutama keprok selama ini membutuhkan waktu rata-rata 4 tahun untuk berproduksi. Hal ini yang membuat petani lebih memilih untuk mengembangkan jeruk siam yang relatif lebih cepa
Tanaman Jeruk di Malang Ini Bisa Panen Setahun 5 Kali

Tanaman Jeruk di Malang Ini Bisa Panen Setahun 5 Kali

Liputan Media
BATU, KOMPAS.com - Masa panen yang terbatas, harga buah yang cenderung tidak stabil, dan kurangnya kualitas jeruk yang dihasilkan merupakan beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh kebanyakan petani jeruk. Oleh karenanya, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) melalui Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pun berupaya mengembangkan teknologi yang mampu mengatasi permasalahan itu. Salah satu teknologi tersebut adalah Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun atau dikenal Bujangseta. Peneliti Utama Bidang Ekofisiologi di Balitjestro, Ir. Arry Supriyanto MS mengatakan, dengan teknologi ini para petani jeruk tak perlu lagi khawatir dengan masa panen yang singkat. " Teknologi Bujangaseta memungkinkan tanaman jeruk dapat berbuah sepanjang tahu
Agar lengkeng mau berbuah

Agar lengkeng mau berbuah

Lengkeng, Slide
Dalam membudidayakan tanaman lengkeng seringkali dihadapkan pada permasalahan yang umum yaitu susah berbuah pada beberapa varietas tertentu. Sulitnya tanaman lengkeng untuk berbunga karena tanaman ini berasal dari daerah subtropika dimana faktor suhu rendah yang berperan dalam pembungaan tanaman. Maka dari itu tanaman lengkeng di Indonesia pada awalnya bisa berproduksi baik pada daerah yang mempunyai suhu rendah minimal 2 bulan pada saat bulan kemarau, diantaranya Temanggung, Ambarawa dan Batu. Petani tradisional di Thailand awalnya untuk mengkondisikan lingkungan sekitar tanaman agar suhunya stabil rendah dengan menyemprotkan atau menyiram es di sekitar tanaman. Perlakuan konvensional ini sudah tidak dilakukan lagi seiring ditemukannya bahan kimia yang mampu menginduksi tanaman...
Awali 2019 dengan Pakta Integritas

Awali 2019 dengan Pakta Integritas

Berita
Mengawali tahun 2019, pegawai Balitjestro mengucapkan sekaligus menandatangani Pakta Integritas, Rabu (2/1/2019). Pakta Integritas ini menjadi janji kepada diri sendiri untuk melaksanakan tugas sesuai peraturan perundangan dan tidak akan melakukan KKN. Tujuan dari pakta integritas ini Memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi Menumbuhkembangkan keterbukaan dan kejujuran, serta memperlancar pelaksanaan tugas yang berkualitas, efektif, efisien, dan akuntabel Mewujudkan pemerintah dan masyarakat Indonesia yang maju, mandiri, bertanggung jawab, dan bermartabat dengan dilandasi oleh nilai-nilai luhur budaya bangsa, Undang-Undang Dasar 1945, dan Pancasila Dalam arahannya, Kepala Balitjestro Dr. Ir Muhammad Taufiq Ratule M.Si menyampaikan bah...
Koordinasi pengembangan hortikultura berorientasi ekspor

Koordinasi pengembangan hortikultura berorientasi ekspor

Berita
Balitjestro oleh Kementan ditunjuk sebagai pusat peningkatan kemampuan petani sekaligus sentral hortikultura di wilayah Jawa Timur . Sebagai langkah awal untuk mengembangkan komoditas berorientasi ekspor, dilakukan pertemuan dengan pelaku agribisnis, Rabu 26/12/2018 Kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari pelaku agribisnis hortikultura di Kota Batu dan Kabupaten Malang. Selain itu pula hadir perwakilan Dinas pertanian Kota Batu dan Malang serta Balitjestro sendiri. Acara ini dibuka oleh Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. Selanjutnya disampaikan kegiatan ini diharapkan dapat menentukan  rencana, program ke depan agar bisa terlaksana sesuai harapan. Dalam pembahasannya diperlukan adanya kualitas maupun kuantitas komoditas yang sesuai
Dengan pikung, jeruk petani ini mulai berbuah

Dengan pikung, jeruk petani ini mulai berbuah

Berita
Dodi, petani asal Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang telah berhasil mengaplikasikan teknik pikung pada tanaman jeruknya. Berawal dari bimbingan teknis jeruk yang diselenggarakan Balitjestro beberapa bulan lalu, Dodi petani asal Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang ini menerapkan teknik pemijatan dan pelengkungan (pikung) pada tanamannya. Tanaman jeruk miliknya sudah berumur 7 tahun tetapi belum berbuah. Setelah mempelajari teknik pikung ini dia mulai menerapkan dan hasilnya selang beberapa waktu tanamannya mulai berbunga dan berbuah. Hal tersebut disampaikan disampaikan saat tim Balitjestro mengadakan pendampingan teknologi di Batang, 13/12/2018. Selain diaplikasikan di lahannya pikung ini juga dilakukan di beberapa tanaman milik petani lainnya dan hasilnya pu...
Pelatihan RSGIS untuk Mendukung Riset Balitjestro

Pelatihan RSGIS untuk Mendukung Riset Balitjestro

Berita
Pertanian era 4.0 menjadi solusi dalam menjawab berbagai tantangan kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Penduduk Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 275 juta. Tentunya demografi penduduk seperti ini mendorong meningkatnya permintaan produk berstandar dan efisiensi dalam usaha tani. Dalam menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pertanian mendorong transformasi usaha tani ke industri pengolahan hasil pertanian, petani go-digital, serta penguatan kelembagaan petani berbasis korporasi dan kawasan. Dalam rangka meningkatkan kefahaman mengenai pertanian era 4.0 bagi peneliti dan teknisi, Kelti Ekofisiologi dan Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi (UTIK) Balitjestro mengadakan serial pelatihan, kali ini mengambil tema Application of RSGIS to Support Precision Agriculture....
Mengawal jeruk di Pulau Kisar

Mengawal jeruk di Pulau Kisar

Berita
Gerakan Pengembangan Jeruk Kisar  (Gerbang Jekis) merupakan strategi, langkah dan upaya untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai dalam pengembangan Jeruk Kisar, yang dalam implementasinya mensinergikan berbagai sektor yang terkait. Populasi tanaman jeruk Manis Kisar pada tahun  2016 sebanyak 5.576 pohon tersebar di Kecamatan Pulau Pulau Terselatan dan Kisar Utara, tanaman belum menghasilkan (TBM) sebanyak 3.380 pohon  sedangkan tanaman menghasilkan (TM) sebanyak 2.196 pohon. Untuk mendukung pengembangan Balitjestro melakukan kawalan teknologi 9-13 Desember yang lalu. Materi pendampingan kali ini adalah budidaya jeruk dan diawali dengan penanaman di lahan petani yang dibimbing teknisi Balitjestro, Setiono SP. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian
Balitbangtan dampingi petani kembangkan jeruk di Batang

Balitbangtan dampingi petani kembangkan jeruk di Batang

Berita
Kementerian Pertanian (kementan) melalui Balitjestro Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) beberapa waktu yang lalu telah menyalurkan sekitar 30000 benih gratis jeruk untuk dikembangkan di Kabupaten Batang. Hal ini sebagai wujud program perbenihan dan kerjasama antara Balitbangtan Kementan dengan Pemerintah Kabupaten Batang. Saat ini benih jeruk tersebut telah tertanam di beberapa wilayah dengan luas sekitar 70 ha, seperti dijelaskan Isnen Ambar Santoso, Kasubbid Lingkungan Hidup dan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Batang. Sebagai tindak lanjut, tim Balitjestro melakukan pengawalan teknologi di beberapa kebun petani. Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dalam mengembangkan agribisnis jeruk di Kabupaten Batang, seperti dijelaskan Susi Wuryan...
Balitjestro Terima Penghargaan pada Ajang Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan tahun 2018.

Balitjestro Terima Penghargaan pada Ajang Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan tahun 2018.

Spesial
Satu lagi prestasi Balitjestro yaitu memperoleh Sertifikat Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan melengkapi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Jeruk yang sudah diperoleh tahun lalu. Penghargaan ini diperoleh dalam acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan tahun 2018. Sertifikat penghargaan ini diterima oleh Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. pada Kamis, 13 Desember 2018 di Serpong dari Komite Nasional Akreditasi Paranata dan Pengembangan (KNAPPP). Dengan diperolehnya sertifikat KNAPPP, diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan capaian institusi menjadi lembaga yang lebih akuntabel dan kredibel. Sertifikat KNAPPP ini adalah pengakuan formal atas: a) kemampuan melaksanakan penelitian dan pengembangan sesuai tugas dan fungsi, visi dan misi, b) mutu kelua...
Terapkan Bujangseta, keuntungan petani pun meningkat

Terapkan Bujangseta, keuntungan petani pun meningkat

Slide
Perkembangan teknologi Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun( Bujangseta ) di Banyuwangi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hal itu terlihat ketika tim Bujangseta Balitjestro yang turun lapang melakukan monitoring perkembangan demo plot Bujangseta di kebun petani jeruk Banyuwangi, 12 – 15 Desember 2018. Dalam kegiatan tersebut beberapa petani di Kecamatan Cluring dan Bangorejo mengungkapkan hasil yang didapat setelah mengaplikasikan bujangseta di lahannya. Dari keterangan petani,  selama melakukan bujangseta tanamannya bisa berjenjang 4 – 6 tingkatan. Disaat harga jatuh saat panen raya petani juga merasakan,tetapi dapat teratasi  dengan bujangseta yang bisa panen diluar musim dengan harga cukup tinggi. Jadi petani tetap mendapatkan keuntungan yang meningkat. Ir Arr
Tambah keterampilan, KWT Kota Mojokerto kunjungi Balitjestro

Tambah keterampilan, KWT Kota Mojokerto kunjungi Balitjestro

Berita
Keberhasilan pengembangan pertanian tidak terlepas dari peranan wanita. Hal inilah yang mendasari kegiatan studi lapang Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan didampingi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto untuk belajar tanaman hortikultura di Balitjestro, Kamis 29/11/2018. Kegiatan yang diikuti 75 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membudidayakan hortikultura di lahan perkotaan seperti dijelaskan sekretaris dinas Dra. Irianti Wahjuningsih, Apt. Kunjungan lapang ini diterima oleh Kasubag Tata Usaha Balitjestro Ir. Wisnu Unjoyo. Selanjutnya disampaikan sekilas tentang Balitjestro dan inovasi yang telah dihasilkan selama ini. Kemudian peserta mendapat bimbingan teknis sekilas tentang tabulampot jeruk di Kebun Percobaan Punten d...
ISH 2018: Agribisnis Jeruk di Indonesia: Produksi dan Pengembangan Pasar

ISH 2018: Agribisnis Jeruk di Indonesia: Produksi dan Pengembangan Pasar

Berita
Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si di hari kedua International Symposia on Horticulture (ISH) 2018 di Bali, bertindak sebagai invited speaker mempresentasikan makalah berjudul "Citrus Agribusiness in Indonesia: The Production and Market Development." Symposium ini dihadiri oleh pengambil kebijakan, akademisi, peneliti dan praktisi di bidang hortikultura.   Perkembangan terakhir perjerukan di Indonesia dibahas mulai dari posisi jeruk Indonesia pada urutan ke-3 dunia di kelompok mandarin dan tangerine, permasalahan jeruk di Indonesia beserta solusinya, peran aktif Balitjestro yang sudah dilakukan dan berbagai temuan dan paten dalam 2 tahun terakhir untuk mendukung pengembangan jeruk nasional. Tantangan dan peluang di bidang pemasaran pun perlu terus dikaji