Monitoring Organisme Pengganggu Tanaman Jeruk Menggunakan ES

Monitoring Organisme Pengganggu Tanaman Jeruk Menggunakan ES

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Penelitian teknologi rancang bangun Expert System (ES) menghasilkan program atau sistem aplikasi untuk melakukan pemantauan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) utama jeruk berbasis web yang dapat digunakan sebagai komponen monitoring perkembangan hama di lapangan secara real time. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk monitoring perkembagan populasi atau serangan OPT jeruk secara langsung dan tidak langsung di lapangan yaitu aplikasi sistem pakar dan remote sensing berbasis teknologi informasi (WEB). Pengguna dapat melakukan pengamatan secara online pada aplikasi sistem pakar yang hasilnya akan secara otomatis terekam pada sistem. Hasil pengamatan yang terekam menunjukkan status serangan OPT saat itu (real time) di lokasi atau daerah pengamatan tertentu di masing-masing lokasi....
Kembangkan Jeruk Keprok, Petani dan Petugas Kabupaten Magetan Studi Lapang di Balitjestro

Kembangkan Jeruk Keprok, Petani dan Petugas Kabupaten Magetan Studi Lapang di Balitjestro

Berita
  Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengadakan studi lapang ke Balitjestro, Kamis 10/8/2017.  Kegiatan yang diikuti 30 peserta yang terdiri dari petugas dan petani ini bertujuan untuk pengembangan kawasan jeruk keprok di Kabupaten Magetan. Dalam  kunjungan lapang ini disampaikan materi budidaya jeruk sehat oleh Ir. Sutopo, M.Si di Kebun Percobaan Punten. Dalam mengembangkan jeruk perlu adanya teknologi budidaya yang tepat agar dapat berproduksi tinggi dan tanaman tetap terjaga. Materi tersebut meliputi, pemilihan varietas, penanaman, pemupukan pemangkasan, pengendalian hama penyakit, panen sampai dengan pasca panen. Dalam mengelola kebun jeruk perlu diterapkan paket teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Se
Jeruk jadi Andalan Perkebunan di Wilayah Perbatasan

Jeruk jadi Andalan Perkebunan di Wilayah Perbatasan

Liputan Media
Di kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dan di Pulau Kisar Maluku Barat Daya terdapat komoditas jeruk yang dapat dikembangkan secara luas karena memiliki keunggulan. Di Nunukan dan Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia  penanaman komoditas jeruk makin diminati oleh petani, bahkan dianggap sebagai komoditas baru yang lebih menguntungkan dibanding komoditas yang telah ada sebelumnya, namun memang harus ada perhatian khusus terhadap pemeliharaan tanaman jeruk yang diketahui lebih padat teknologi dan modal, dibanding komoditas selain jeruk. Seperti dikutip dari pertanian.go.id, hari ini, salah satu hasil yang menarik adalah pemilihan Keprok Borneo Prima dan Tejakula yang diketahui buahnya bisa berwarna oranye apabila ditanam di Kabupaten Nunukan yang berada di sebelah
FGD Untuk Pengembangan Jeruk yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan

FGD Untuk Pengembangan Jeruk yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan

Berita
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) melakukan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang bertempat di Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Kamis, 3 /8/ 2017. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali informasi tentang kondisi dan permasalahan usahatani jeruk di Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu sentra produksi jeruk yang mengalami perkembangan cukup pesat yang hingga saat ini telah mencapai lebih dari 11.000 ha, namun pengelolaan kebunnya belum didukung oleh inovasi teknologi jeruk, sehingga rentan serangan CVPD dan daya saingnya masih relatif rendah. Dalam kegiatan FGD ini, Balitjestro sekaligus mensosialisasikan kegiatan demoplot budidaya jeruk berbuah sepanjang tahun (bujangseta) seluas 10 ha di Kecamatan Cluring, untuk ...
Bujang Seta di KP Banaran

Bujang Seta di KP Banaran

Liputan Media
Sumber: SinarTani, Edisi 19 – 25 Juli 2017 No.3711 Tahun XLVII Ada Bujang Seta di KP Banaran! Bujang Seta disini bukan berarti sebagai pemuda lajang, tapi itu adalah singkatan dari Buah Berjenjang Sepanjang Tahun. Di kebun percobaan ini banyak teknologi baru yang diaplikasikan, diantaranya Bujang Seta. KP Banaran ini adalah kebun yang ditugaskan untuk memproduksi buah konsumsi, berada di ketingian 950 m dpl dengan luas hanya 1,2 hektar. Kendati kebun tidak terlalu luas, produksi buah yang bisa dihasilkan sangat signifikan. Kebun ini adalah salah satu kebun yang memberikan kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang cukup lumayan. Untuk membuat berbuah sepanjang tahun teknologi, perlu aplikasi pemupukan secara kontinyu dengan cara aplikasi pupuk padat yang dikombinasik
Lengkeng Berbuah Lebat: Teknik melebatkan buah lengkeng sekaligus berbuah susul-menyusul

Lengkeng Berbuah Lebat: Teknik melebatkan buah lengkeng sekaligus berbuah susul-menyusul

Liputan Media
Sumber: TRUBUS EDISI KHUSUS - 573 AGUSTUS 2017/XLVIII, halaman 58-59 Deretan pohon lengkeng di kebun Ace Ciptaharja sarat buah. Pohon anggota famili Sapindaceae itu bersosok pendek, hanya 1,5 m. Semua cabang pohon merunduk menahan buah yang berbobot 1-3 kg per tandan. Di sebuah pohon terdapat setidaknya 50 tandan. Melihat ribuan pohon pendek dan berbuah lebat itu sangat menakjubkan. Di bagian lain ada juga pohon yang tengah berbunga dan pohon lain berbuah sebesar kelereng. Pekebun di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, itu menanam total 4.500 lengkeng di lahan 35 hektare. Ace Ciptaharja menanam 3 varietas lengkeng pada 2012, yaitu itoh, no name, dan new kristal. Sejak 2015 ketika pohon Dimocarpus longan berumur 2 tahun tanaman telah berbuah. Produktivitasnya cuk...
Peluang Investasi Jeruk di Masa Pensiun

Peluang Investasi Jeruk di Masa Pensiun

Berita
Menjelang masa purna tugas karyawan Sari Husada mengadakan studi lapang ke Balitjestro, Kamis 03/8/2017. Kegiatan ini merupakan rangkaian acara lokakarya dan pelatihan yang diadakan lembaga INSMART sebagai bekal menghadapi masa pensiun. Kegiatan ini diterima oleh Ir.Otto Endarto, M.Si peneliti Balitjestro. Dalam kesempatan tersebut disampaikan tentang teknologi budidaya jeruk  beserta peluang usaha taninya. Dalam penyampaiannya dijelaskan tentang tahapan-tahapan dalam mengembangkan agribisnis jeruk, mulai dari pemilihan varietas, benih, proses tanam sampai dengan pasca panennya. 26 peserta yang mengikuti kegiatan ini tertarik dengan peluang membudidayakan jeruk ketika sudah pensiun. Hal ini terlihat dari antusiasmenya ketika menerima materi budidaya jeruk. Selain itu diskusi juga
Penerapan PTKJS Berbasis Lahan Kering di Konawe Selatan

Penerapan PTKJS Berbasis Lahan Kering di Konawe Selatan

Berita, Slide
  Provinsi Sulawesi Tenggara adalah satu diantara sentra produksi jeruk nasional. Jeruk di Sultra terdapat di beberapa kabupaten yaitu Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Buton dan Muna. Konawe Selatan mendapat julukan sebagai surganya pertanian di Sultra, karena banyak komoditas pertanian dihasilkan dari daerah tersebut, salah satunya jeruk. Produksi jeruk secara nasional beberapa tahun terakhir menurun, hal demikian juga terjadi di Konawe Selatan sebagai sentra produksi jeruk di Sultra yang mana luas panen jeruk Siam dan Keprok mengalami fluktuasi dan secara umum menurun sebesar 9,70% selama kurun waktu 2011 -2015 dengan luasan 48,119 ribu ha. Perlu dilakukan upaya untuk menjaga stabilitas produksi buah jeruk dan mengatasi terus menurunnya produksi jeruk . Salah satu upaya untu...
FGD untuk Mengatasi Permasalahan Jeruk di Konawe Selatan

FGD untuk Mengatasi Permasalahan Jeruk di Konawe Selatan

Berita
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) melalui balai yang terkait yaitu Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) melakukan kegiatan Focus Group Discusson (FGD) penerapan teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) berbasis lahan kering di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis 27 Juli 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan usahatani jeruk, yang diakui menjanjikan secara ekonomi namun belum didukung oleh pengelolaan kebun yang baik, sehingga produksi belum optimal, bahkan cenderung menurun Kegiatan tersebut berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra bersama  dinas terkait, petugas dan petani berdiskusi merencanakan kegiatan konkrit untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas.
Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali adakan Pers Tour di Balitjestro

Biro Humas dan Protokol Provinsi Bali adakan Pers Tour di Balitjestro

Berita
  Jajaran Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali mengadakan kegiatan pers tour ke Balitjestro, Kamis, 27/07/2017. Kegiatan yang diikuti 25 peserta yang terdiri dari  awak pers dan praktisi humas pemprov Bali  ini bertujuan untuk meninjau pengembangan sektor pertanian Menurut  Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali I DewaEka Wijaya Wardana, SH, MH, kegiatan ini dapat dijadikan acuan dan perbandingan serta masukan dan inovasi dalam program-program Pemerintah Provinsi Bali. Bali mempunyai beberap jenis jeruk yang potensial untuk dikembangkan antara lain Keprok Tejakula dan Siam Kintamani . Namun saat ini jeruk tejakula sudah tidak banyak lagi dikembangkan Bali karena terkena serangan CVPD beberapa tahun lalu. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat m
Balitjestro jadi Tuan Rumah Pertemuan Dharma Wanita Puslitbanghorti

Balitjestro jadi Tuan Rumah Pertemuan Dharma Wanita Puslitbanghorti

Berita
Senin 24/07/2017, Balitjestro menjadi tuan Rumah untuk pertemuan Dharma Wanita Persatuan (DWP) lingkup Puslitbanghorti. Dharma Wanita Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), Balai Penelitian Tanaman Sayur (Balitsa), dan Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) mengirimkan perwakilan dari masing-masing Lembaga tersebut. Pertemuan ini dihadiri sekitar 40 anggota DWP Lingkup Puslitbanghorti. Acara dimulai dengan wisata petik di Kebun Jeruk Balitjestro. Semua ibu-ibu DWP merasa senang dan  menikmati wisata petik ini. Setelah puas mencicipi buah jeruk dan berfoto, Ibu-ibu melanjutkan agenda selanjutnya yaitu pertemuan Dharma Wanita yang berisi sambutan dari Kepala Balitjestro, dilanjutkan dengan pengarahan dari Ketua DWP Puslitbanghorti, Nirmala F. Devy, serta sambutan dari Ketua
Mahasiswa Unmer Pasuruan Tambah Ilmu Sambil Petik Jeruk

Mahasiswa Unmer Pasuruan Tambah Ilmu Sambil Petik Jeruk

Berita
Kamis 20/07/2017, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) menerima kunjungan 50 mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Merdeka Pasuruan.. Kunjungan diterima oleh Umi Nurul Taflikha staf Jasa Penelitian. Kegiatan ini bertujuan menambah ilmu dan wawasan mengenai teknologi budidaya tanaman jeruk sperti dijelaskan Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Sulistyawati, MP. Sambil menikmati suasana di kebun ,  mahasiswa diberi penjelasan mengenai budidaya tanaman jeruk oleh salah satu peneliti Balitjestro, Rudy Cahyo Wicaksono, SP. Mereka terlihat antusias mendengarkan penjelasan dan meresponnya dengan beberapa pertanyaan Selanjutnya mahasiswa memetik jeruk langsung dari pohonnya, namun tentunya dengan cara memetik jeruk yang benar. Kegiatan kunjungan ini diharap
Tingkatkan Pengetahuan Jeruk, Gapoktan se Kecamatan Gondang Kunjungi Balitjestro

Tingkatkan Pengetahuan Jeruk, Gapoktan se Kecamatan Gondang Kunjungi Balitjestro

Berita
Gabungan Kelompok Tani (gapoktan) se Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung mengadakan kunjungan lapang ke Balitjestro, 19/07/2017. Kunjungan ini diterima oleh kepala yantek dan jaslit Dr.Ir Anang Triwiratno, MP. Dalam sambutannya  disampaikan tentang berbagai inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) dalam mendukung pengembangan jeruk dan buah subtropika di Indonesia. Di beberapa wilayah Tulungagung termasuk kecamatan Gondang dulu tanaman jeruk banyak dikembangkan petani. Sekarang menyusut karena terkena penyakit terutama CVPD. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah ilmu tentang budidaya jeruk agar dapat diterapkan oleh petani. Dengan adanya ilmu budidaya jeruk sehat dapat memberi semangat bagi petani untuk menghidupkan ke
Petugas Dan Petani Nganjuk Belajar Jeruk di Balitjestro

Petugas Dan Petani Nganjuk Belajar Jeruk di Balitjestro

Berita
55 orang petani dan petugas  kegiatan Pengembangan Fasilitasi Terpadu Investasi Hortikultura (FATIH) Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk mengadakan studi banding ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika,  Selasa 18/07/2017. Kegiatan ini diterima Ir.Otto Endarto, M.Si peneliti Balitjestro. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan tentang inovasi teknologi yang dihasilkan balitbangtan untuk mendukung pengembangan jeruk di Indonesia. Dalam pengembangan jeruk petani dapat mengaplikasikan paket teknologi Pengelolaan Terpadu kebun Jeruk Sehat (PTKJS). Didalam PTKJS terdapat komponen-komponen untuk dapat diadopsi sehingga budidaya jeruk dapat berhasil dengan baik. Selanjutnya peserta berkunjung ke kebun untuk melihat penerapan teknologi budidaya jeruk yang diterapkan. Di k
Dari Balitjestro Rahasia Jeruk Nasional Terungkap

Dari Balitjestro Rahasia Jeruk Nasional Terungkap

Artikel, Liputan Media
Sumber: SinarTani, Edisi 19 - 25 Juli 2017 No.3711 Tahun XLVII Alhamdulillah! Tim jelajah inovasi tak henti-hentinya mengucap syukur karena berhasil membedah sebuah potensi yang selama ini belum pernah diungkap secara total soal Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Memang balai ini kecil jika dibandingkan dengan balai lain, tetapi ternyata seluruh rahasia pengembangan jeruk nasional ada di sini. Kepala Balitjestro, Dr.Ir. Muhammad Taufiq Ratule, Msi saat memberikan sambutan pembukaan wisata edukasi petik jeruk.Paling tidak ada tiga masalah jeruk yang masih menjadi rahasia dalam mengatasinya selama ini. Masalah itu ialah petani jeruk masih terjebak pada waktu panen yang tergantung musim, kemudian jumlah produksi jeruk yang tidak berlimpah, lalu tinggin...
Minati Wisata Edukasi Petik Jeruk, Kebun Dipadati Pengunjung

Minati Wisata Edukasi Petik Jeruk, Kebun Dipadati Pengunjung

Berita
Sudah tiga hari wisata  edukasi petik jeruk berlangsung dan  pengunjung ramai berdatangan ke Balitjestro. Wisata edukasi petik jeruk ini diawali dengan pembukaan oleh Kepala Balitjestro pada hari Senin, 10/07/2017 yang dihadiri oleh beberapa stakeholder terkait. Wisata dibuka setiap hari sampai jeruk di kebun habis, mulai dari pagi pukul 09.00 -16.00,. Dengan harga tiket masuk yang tergolong murah yaitu Rp 25.000,- pengunjung sudah dapat menikmati sensasi petik jeruk langsung dari pohon dan makan sepuasnya. Selain itu pengunjung tidak pulang dengan tangan kosong, namun bisa mengantongi 2 kg jeruk hasil petik sendiri, dan jika lebih dari 2 kg maka harus membayar Rp 10.000,- per kg. Menurut Dr. Anang Triwiratno, Kasi Yantek dan Jaslit Balitjestro, wisata petik ini menjadi sarana ed
Dorong Kecintaan Buah Nusantara Melalui Wisata Edukasi Petik Jeruk

Dorong Kecintaan Buah Nusantara Melalui Wisata Edukasi Petik Jeruk

Berita, Slide
Balitjestro sebagai balai penelitian dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) berupaya untuk memberikan inovasi dalam pengembangan jeruk dan buah subtropika untuk diadopsi oleh petani. Dalam tugas dan fungsinya Balitjestro telah menghasilkan teknologi untuk peningkatan produksi dan kualitas dari jeruk nusantara. Teknologi tersebut telah didiseminasikan di berbagai daerah sentra jeruk di Indonesia untuk diadopsi sebagai pedoman dalam pengembangan agribisnis jeruk. Salah satu cara untuk mentransfer teknologi dan media diseminasi diadakan Wisata Edukasi Petik Jeruk yang dilaksanakan dimulai Hari Senin, 10 juli 2017.  Kegiatan ini  dibuka oleh kepala Balitjestro, Dr.Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. Pembukaan ini akan diawali dengan pemanenan buah jeruk oleh
Indahnya Kebersamaan Dalam Jalinan Silaturahmi

Indahnya Kebersamaan Dalam Jalinan Silaturahmi

Berita
Momentum Syawal  adalah saat yang tepat bagi kita semua untuk saling memaafkan satu sama lain, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) memanfaatkan momentum tersebut dengan menyelenggarakan halal bihalal 1438 H bertempat di Kebun Percobaan Punten 05/7/2017. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati lingkup Balitjesto dan undangan dari perwakilan kepala dinas Kota Batu,UPT  Kementerian Pertanian lingkup Malang Raya dan instansi lainnya di Kota Batu yang dihadiri sebanyak ± 250 orang. Acara yang bertemakan “Indahnya Kebersamaan dalam Jalinan Silaturahmi ini, diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan oleh Ahmad Syihab Athaillah siswa kelas 10 SD dan merupakan calon hafidz yang  sudah menghafal 5 juz al Quran. Kemudian a
Upaya Rehabilitasi Jeruk Siam Pontianak di Sambas

Upaya Rehabilitasi Jeruk Siam Pontianak di Sambas

Berita
Misi mengembalikan kejayaan jeruk siam pontianak di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat telah dilakukan mulai 2016 yg lalu dengan serangkaian kegiatan penelitian. Salah satu kegiatan difokuskan pada penanaman baru demplot yg dilakukan di tebas tepatnya di Desa Matanglabong dan Pusaka sebanyak 2000 pohon tanaman jeruk berlabel biru bebas penyakit. Dalam rangka mewujudkan misi diatas petani diharapkan mengerti dan paham peran benih bebas penyakit dilapang dan bagaimana cara pengelolaan yg benar dilapang. Dalam hal ini balitjestro mengawal penanaman jeruk tersebut dibarengi dengan pendampingan bagaimana Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) bisa  dilakukan dengan benar. Pendampingan dimulai dengan pelatihan petani pilihan dan petugas lapang  teknologi  PTKJS di balitjestro . Kegi
Membangun Kebun Jeruk

Membangun Kebun Jeruk

Artikel, Jeruk
Perlukah disusun perencanaan ? Pada tahun 2018, jeruk termasuk salah satu komoditas hortikultura yang menjadi fokus dikembangkan di 57 kabupaten/kota kawasan pengembangan guna meningkatkan diversifikasi pangan.  Program ini tidak terlepas dari keberhasilan bangsa Indonesia menggenjot produksi tanaman pangan pokok, terutama padi, lalu diikuti oleh bawang dan cabai. Berbeda dengan tanaman semusim, mengembangkan jeruk merupakan investasi jangka panjang, membutuhkan teknologi tingkat menengah keatas dan modal yang tidak sedikit.  Dampak kegagalan tanaman semusim hanya dirasakan dalam waktu singkat. Sebaliknya, kegagalan mengebunkan jeruk akan dirasakan dalam jangka panjang setelah banyak dikucurkan dana investasi. Karena itu, pengembangan jeruk harus direncanakan secara matang agar t