Upaya tingkatkan produksi jeruk Sambas

Upaya tingkatkan produksi jeruk Sambas

Berita
Pada tahun 2008, luas area jeruk di Kabupaten Sambas  11.328 ha dan walaupun selalu ada penambahan luas tanam setiap tahunnya, pada tahun 2016 luas tanamnya menjadi hanya 7.281 ha. Artinya, selama 8 tahun telah terjadi penurunan 4.047 h. Hal tersebut disampaikan Kepala Balitjestro Dr. Ir Muhammad Taufiq Ratule, M.Si dalam kegiatan audiensi dengan Bupati Sambas, Kalimantan Barat, 15 – 18 Mei 2018 di BPTP Kalimantan Barat yang dihadiri oleh perwakilan Diperta Propinsi Kalbar, Diperta Kab. Sambas, BI, Departemen Sosial, peneliti lingkup BPTP Kalimantan Barat. Selanjutnya disampaikan bahwa produksi buah jeruk Siam di kabupaten Sambas sangat berfluktuatif dan cenderung menurun di mana pada tahun 2014 produksinya mencapai 147.105 ton dan pada tahun 2017 anjlok sebesar 37% men
Stress air pada tanaman jeruk

Stress air pada tanaman jeruk

Artikel
Kondisi stress air pada tanaman jeruk Dalam budidaya jeruk beberapa faktor pengelolaan akan menentukan hasil produksinya. Faktor-faktor tersebut antara lain pemupukan, pemangkasan dan pengendalian hama penyakit. Dari varietas jeruk yang dibudidayakan ada beberapa yang membutuhkan perlakuan khusus dalam pembungaannya. Salah satu perlakuaan yang diperlukan dalam merangsang pembungaan terutama untuk jeruk keprok adalah “stress air”. Stress air adalah kondisi dimana tanaman dibiarkan tidak diairi dalam waktu tertentu yang mengakibatkan tanaman layu semi permanen. Kondisinya daun layu tetapi tidak sampai jatuh berguguran. Saat yang tepat untuk melakukan stress air adalah sehabis masa panen dan saat tanaman tidak sedang bertunas. Selama mengalami stress air tanaman tidak terjadi
Jamur Merah kendalikan kutu sisik secara alami

Jamur Merah kendalikan kutu sisik secara alami

Artikel
Kutu sisik merupakan salah satu hama utama pada tanaman jeruk. Serangan berat akan mengakibatkan ranting dan cabang menjadi kering serta terjadi retakan-retakan pada kulit. Kutu menyerang daun, ranting dan buah, menyukai tempat-tempat yang terlindung, seperti di bagian bawah permukaan daun di sepanjang tulang daun. Daun yang terserang akan berwarna kuning, terdapat bercak-bercak klorotis dan seringkali membuat daun menjadi gugur Disamping dikendalikan secara mekanis dan kimiawi, kutu sisik ternyata mempunyai predator alaminya di alam yaitu Jamur Merah (Aschersonia sp). Jamur merah merupakan jamur entomopatogen yang secara alami menginfeksi kutu sisik. Jamur ini tidak memparasit jaringan tetapi selalu berada diatas badan kutu sisik. Jamur merah hanya menyerang famili kutu...
DN Sabilulungan dari Kabupaten Bandung

DN Sabilulungan dari Kabupaten Bandung

Slide
DN Sabilulungan atau yang  dikenal dengan Dekopon merupakan varietas jeruk keprok dengan bentuk dan ukuran yang berbeda dengan varietas keprok yang kita kenal. Jeruk keprok ini sendiri didaftarkan varietasnya oleh pemerintah Kabupaten Bandung pada tahun 2016. Jeruk ini asalnya introduksi dari Jepang namun setelah dikembangkan dan mampu beradaptasi akhirnya melalui seleksi pohon induk dari Desa Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey,Kabupaten Bandung, Jawa Barat didaftarkan dengan nama DN Sabilulungan. Buah ini memiliki rasa manis, asam segar dengan bentuk buah spheroid dan pangkal buah berleher atau konde. Ciri lainnya  kulit buahnya tebal dan berbiji sedikit. Warna buahnya kuning - oranye Adaptasi buah ini didataran tinggi. Ukuran buahnya relatif besar yaitu berkisar 195...
Kutu loncat, hama penular penyakit HLB

Kutu loncat, hama penular penyakit HLB

Artikel, Slide
Kutu loncat (Diaphorina citri) Dalam budidaya jeruk petani sering dihadapkan pada permasalahan akan serangan hama dan penyakit. Serangan tersebut mengakibatkan produksi yang menurun kualitasnya sampai berujung pada kematian tanaman. Salah satu penyakit yang saat ini belum ada obatnya adalah huanglongbing (HLB) atau sering dikenal dengan CVPD. Serangan penyakit ini dapat mengakibatkan hancurnya suatu kawasan jeruk apabila sejak dini tidak terdeteksi dan dikendalikan vektor yang menularkan. HLB ini dapat ditularkan melalui hama Diaphorina citri atau kutu loncat. Kutu loncat jeruk ini menyerang kuncup, tunas, daun-daun muda dan tangkai daun. Serangannya mengakibatkan tunas-tunas muda keriting dan pertumbuhannya terhambat. Apabila serangan parah, bagian tanaman terserang biasanya ker...
Sekretaris Balitbangtan kunjungi Balitjestro

Sekretaris Balitbangtan kunjungi Balitjestro

Berita
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan), Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc mengdakan kunjungan kerja di Balitjestro, Selasa (09/4/2019). Kegiatan diawali dengan meninjau Taman Sains Pertanian (TSP) yang meliputi gedung pasca panen, kebun jeruk lemon, kebun sitara dan gedung pengolahan pupuk organik dengan didampingi Kepala balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. TSP merupakan sarana untuk penelitian, pengkajian, pengembangan inovasi teknologi. Disamping itu berfungsi sebagai peningkatan kemampuan petani maupun pelaku agribisnis lainnya. Disamping itu TSP menjadi sumber inovasi yang dapat diadopsi oleh masyarakat. Petani, maupun masyarakat dapat belajar untuk menyerap teknologi untuk diaplikasikan.
Pemangkasan pada tanaman jeruk

Pemangkasan pada tanaman jeruk

Artikel
Kegiatan pemangkasan pemeliharaan pada tanaman jeruk Dalam budidaya jeruk, pemangkasan merupakan faktor penting dalam menentukan hasil produksi. Pemangkasan ini meliputi pemangkasan bentuk/arsitektur dan pemeliharaan. Pemangkasan ini sendiri sering diabaikan oleh petani sehingga kondisi tanaman terlalu rimbun sehingga mudah untuk terserang hama penyakit karena kurangnya sinar matahari yang masuk. Akibatnya tanaman kurang sehat dan hasil produksi kurang bagus Pemangkasan bentuk adalah pemangkasan yang dilakukan pada tanaman yang belum berproduksi atau tanaman muda dengan tujuan mendapatkan kerangka dasar percabangan dan bentuk pohon yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan produksi yang optimal. Pola pemangkasan atau pola percabangan yang ideal adalah 1-3-9 dimana tanaman mem...
Kunjungan kerja Ka Balitbangtan ke Balitjestro

Kunjungan kerja Ka Balitbangtan ke Balitjestro

Berita
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si mengadakan kunjungan kerja di Balitjestro, Kamis (04/04/2019). Dengan didampingi Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule M.Si, Ka Badan meninjau gedung pasca panen, kebun jeruk lemon dan laboratorium kultur jaringan. Dalam arahannya kepada segenap ASN Balitjestro disampaikan tentang korporasi manajemen sehingga ke depan masyarakat akan lebih mengenal dan menguatkan Badan Litbang Pertanian tidak lagi per UPT. Selain itu peran peneliti akan lebih ditingkatkan untuk menghasilkan inovasi-inovasi teknologi yang berguna bagi dunia pertanian. Selanjutnya penilaian kinerja sekarang sudah berdasarkan output pekerjaan yang telah ditargetkan, jadi masing-masing ASN harus beru...
Field Trip kegiatan Raker Terpadu Di KP Banjarsari

Field Trip kegiatan Raker Terpadu Di KP Banjarsari

Berita
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si beserta jajaran pejabat eselon 2, 3 dan rombongan peserta Raker Terpadu mengadakan field trip di Kebun Percobaan Banjarsari Balitjestro Balitbangtan, Rabu (03/4/2019). Kegiatan ini merupakan rangkaian acara Rapat Kerja Terpadu lingkup 4 puslit yaitu Puslitbanghorti, Puslitbang Tanaman Pangan, Puslitbangbun dan Puslitbangnak yang diselenggarakan di Malang 3 - 5 April 2019. KP Banjarsari yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo ini memiliki 54 koleksi anggur, 11 koleksi lengkeng dan 77 koleksi jeruk. Dalam kesempatan tersebut ka badan dan rombongan berkeliling kebun untuk melihat koleksi varietas baik anggur, jeruk ...
Jaga kemulusan buah dengan mengendalikan penyebab burik kusam pada jeruk

Jaga kemulusan buah dengan mengendalikan penyebab burik kusam pada jeruk

Artikel, Slide
Buah yang mulus tentu menjadi harapan bagi petani. Dengan kualitas buah yang bagus akan meningkatkan harga sekaligus menarik minat konsumen/pembeli. Dalam membudidayakan jeruk permasalahan buah yang burik masih banyak dialami petani. Kondisi ini akan menghambat masuknya buah ke pasar modern. Selain itu harga pun akan turun. Burik kusam disebabkan oleh serangan dari Organisme Pengganggu tanaman (OPT). Ada beberapa jenis yang menyebabkan buah menjadi burik/tidak mulus diantaranya, kutu sisik yang berakibat pada buah dapat menurunkan kualitas, karena kotor dan bila dibersihkan meninggalkan bercak-bercak hijau atau kuning pada kulit buah. Pengendalian kutu sisik dapat dilakukan dengan pelaburan batang dengan bubur california, pemangkasan untuk menjaga kelembaban tajuk, dan bisa d...
Fieldtrip Peserta Rakor BBSDL di Kebun Bujangseta Banyuwangi

Fieldtrip Peserta Rakor BBSDL di Kebun Bujangseta Banyuwangi

Berita
BBSDL (Balai Besar Sumber Daya Lahan) Balitbangtan menyelenggarakan rapat koordinasi di Banyuwangi pada tanggal 20-23 Maret 2019. Kegiatan ini diikuti oleh balai penelitian lingkup BBSDL: Balitklimat, Balingtan, Balitra, Balittanah dan BBSDL. Acara dibuka oleh Kepala Balitbangtan Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si dengan tema “Akselerasi Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Teknologi Sumber Daya Lahan untuk Mendukung Kegiatan Strategis Balitbangtan Menuju Era Industri 4.0.” Salah satu acara dalam rakor tersebut adalah fieldtrip ke kebun jeruk petani di Banyuwangi yang sudah menerapkan teknologi Bujangseta yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2019. Dalam acara ini tim Balitjestro diwakili oleh Buyung Al Fanshuri, Ady Cahyono dan Agung Dwi S. Tim Balitjestro mempresentasikan teknologi Bujan
Dukungan Balitjestro untuk Perbenihan Jeruk di Sambas

Dukungan Balitjestro untuk Perbenihan Jeruk di Sambas

Berita
Kabupaten Sambas provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu sentra agribisnis jeruk penting di Indonesia yang kini keberlanjutannya terganggu dengan kehadiran serangan penyakit Huanglongbing (HLB) sejak sebelum tahun 2010 yang disebabkan oleh penggunaan 70% bibit jeruk liar atau bibit yang tidak berlabel biru yang beredar luas di kawasan ini. Di kecamatan Tebas yang memiliki sekitar 46% luas pertanaman jeruk di kabupaten Sambas, pada tahun 2015 luasan areal jeruk mencapai lebih dari 8.000 ha, sekitar 67% tanamannya sudah terinfeksi HLB dan sekitar 26%-nya telah dibongkar oleh petani secara mandiri dan ditanami dengan komoditas tanaman semusim. Menurut penelitian Arry Supriyanto dkk, kondisi ini secara signifikan telah mempengaruhi kehidupan perekonomian sekitar 20% pendudu...
Sambas Citrus Center

Sambas Citrus Center

Artikel
Citrus Center di Sambas, tepatnya di jalan raya Segedong, Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas hadir untuk mengawal teknologi agribisnis jeruk yang ada di Kabupaten Sambas khususnya, dan Kalimantan Barat pada umumnya. Berdiri pada tahun 2003 di lahan seluas 2,65 Ha, kehadirannya merupakan langkah nyata pemerintah daerah dan pusat untuk mengawal pengembangan jeruk. Citrus Center dikelola oleh Dinas Pertanian Propinsi Kalimantan Barat yang lokasinya di Kabupaten Sambas. Adanya Citrus Center ini diharapkan sangat membantu petani dalam penanganan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman yang semakin mengkhawatirkan, khususnya makin maraknya kerugian petani jeruk akibat Huanglongbing (HLB). Saat ini, Kalimantan Barat menjadi provinsi ke-4 di Indonesia sebagai penghasil jeruk dengan pro...
Poktan “Srikoyo” belajar perbenihan jeruk bebas penyakit di KP Punten

Poktan “Srikoyo” belajar perbenihan jeruk bebas penyakit di KP Punten

Berita
Kelompok tani "Srikoyo" Blitar mengadakan kunjungan lapang di Kebun Percobaan (KP) Punten Balitjestro kemarin, Rabu (20/3/2019). Dalam kegiatan yang diikuti 30 peserta ini diberikan materi tentang perbenihan jeruk bebas penyakit oleh Koordinator KP Kusnan. Benih jeruk bebas penyakit merupakan unsur penting dalam membudidayakan jeruk. Benih yang sehat dan berkualitas akan menetukan keberhasilan agribisnis jeruk. Benih jeruk yang bermutu merupakan benih yang bebas dari 7 patogen sistemik seperti virus, viroid dan bakteri penyebab penyakit, yaitu CVPD, CTV, CVEV, CEV, CPsV, CcaV, dan CTLV. Selain itu benih bermutu dijamin kemurnian varietas batang bawah dan batang atasnya. Tahapan proses produksi benih jeruk berlabel bebas penyakit berdasarkan program pengawasan dan ser...
Tambah ilmu tentang jeruk dan buah subtropika, SMK N 1 Salam kunjungi Balitjestro

Tambah ilmu tentang jeruk dan buah subtropika, SMK N 1 Salam kunjungi Balitjestro

Berita
Balitjestro menerima kunjungan lapang 103 siswa kelas X dan 10 guru pendamping dari SMK N 1 Salam Magelang, Jawa Tengah, Selasa (12/3/2019). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang perbanyakan tanaman jeruk dan buah subtropika serta budidayanya. Kunjungan ini diterima oleh Umi Nurul Taflikha, SP staf jasa penelitian. Kemudian  disampaikan sekilas tentang Balitjestro dan berbagai inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) dalam mendukung pengembangan jeruk dan buah subtropika di Indonesia. Dalam budidaya jeruk, Balitjestro telah menghasilkan teknologi bujangseta untuk mengatur pembuahan jeruk berjenjang sepanjang tahun. Teknologi ini untuk mengatasi anjloknya harga di masa panen yang h...
Balitjestro Jajaki Kerjasama Riset dengan Thailand

Balitjestro Jajaki Kerjasama Riset dengan Thailand

Slide
Thailand terkenal maju di bidang riset pertanian, khususnya di bidang hortikultura. Begitu juga lebih tertata dan profesional dalam pengelolaan agrowisatanya, meskipun konon awalnya mereka justru belajar dari Indonesia, khususnya dari Kebun Agrowisata Mekarsari. Ternyata mereka cepat belajar, dan kompak dalam melakukan sinergi antar komponen dari hulu hingga hilir sehingga membuat produk petani terserap dengan baik di pasar. Balitjestro sangat menyadari salah satu permasalahan buah-buahan, khususnya jeruk dan buah subtropika yang menjadi mandat Balitjestro yaitu aspek pemasaran dan pengelolaan kelembagaan petani. Begitu pula dalam penguasaan teknologi budidaya, khususnya di tanaman anggur dan lengkeng. Untuk itulah, tim peneliti Balitjestro yang dipimpin oleh Kepala Balai Dr. Ir.Mu...
Tanam Perdana Jeruk kabupaten Pelalawan

Tanam Perdana Jeruk kabupaten Pelalawan

Berita
Tepatnya di halaman depan pondok pesantren modern Mambaul Maarif di desa Tambak kecamatan Langgam, Selasa (5/3/2019) Bupati Pelalawan dan jajarannya serta instansi terkait telah melaksanakan tanam perdana bibit jeruk. Balitjestro dengan diwakili peneliti utama Ir. Arry Supriyanto,MS turut hadir dalam kegiatan tersebut. Direncanakan sebanyak 3500 bibit jeruk dari 5 varietas yang sesuai agroklimat setempat atau setara 7 ha akan ditanam di sekitar pondok pesantren tersebut, meliputi Siam Pontianak, siam madu, keprok Tejakula, Terigas, RGL dan manis Pacitan atau jeruk baby. Kegiatan ini sekaligus mengekspresikan keinginan pemda setempat menjadikan kabupaten Pelalawan sebagai sentra agrbisnis baru jeruk utama di Indonesia. Selain itu juga dilakukan kunjungan ke lok...
Bimtek budidaya jeruk petani Green Belt binaan PT Semen Indonesia Tuban

Bimtek budidaya jeruk petani Green Belt binaan PT Semen Indonesia Tuban

Berita
Dua puluh lima petani Green Belt binaan PT Semen Indonesia mengikuti "Bimbingan Teknis Teknologi Budidaya Jeruk Bebas Penyakit" di Balitjestro, Selasa (05/3/2019). Kegiatan ini dibuka oleh Ir. Wisnu Unjoyo mewakili Kepala Balai. Dalam sambutannya disampaikan inovasi teknologi jeruk yang telah dihasilkan selama ini. Sebagai UPT Badan Litbang Pertanian Balitjestro melakukan riset untuk menghasilkan inovasi teknologi jeruk yang telah diadopsi oleh beberapa daerah sentra jeruk di Indonesia untuk mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini yaitu Budidaya Jeruk Bebas Penyakit, dan Pengendalian OPT Jeruk yang disampaikan oleh peneliti di bidangnya masing-masing. Selain pemberian materi peserta juga melakukan kegiatan praktikum...
Balitjestro terima kunjungan lapang dari Desa Pakijangan Pasuruan

Balitjestro terima kunjungan lapang dari Desa Pakijangan Pasuruan

Berita
Balitjestro menerima kunjungan lapang sejumlah tiga puluh peserta yang terdiri dari kepala desa dan perangkatnya dari Desa Pakijangan, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Senin (04/3/2019). Kunjungan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman tentang tanaman hortikultura khususnya jeruk dan buah subtropika. Kegiatan  ini diterima oleh Kepala yantek dan Jaslit Dr.Ir Anang Triwiratno, MP. Dalam sambutannya  disampaikan tentang berbagai inovasi teknologi yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) dalam mendukung pengembangan jeruk dan buah subtropika di Indonesia. Selanjutnya peserta diberi materi budidaya jeruk di kebun dengan dipandu Setiono SP teknisi Balitjestro. Teknologi sangat diperlukan untuk pengembanga...
Eduwisata petani jeruk Sitara binaan  Balitjestro

Eduwisata petani jeruk Sitara binaan Balitjestro

Berita
Pada saat ini luas lahan pertanian semakin menyempit sebagai akibat dari alih fungsi lahan,  terutama di pulau Jawa. Di sisi lain meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan pangan semakin meningkat. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam budidaya tanaman sebagai jawaban dari permasalahan tersebut. Inovasi teknologi yang sedang diteliti Balitjestro adalah Sistem Tanam Rapat (Sitara) dengan penanggungjawab kegiatan Ir. Sutopo, Msi. Prinsip dasar dari sistem ini adalah penambahan populasi tanaman jeruk dalam per satuan luasan.  Ada beberapa sistem yang sampai sekarang masih diteliti di lokasi sentra jeruk. Para petani Banyuwangi yang lahannya digunakan untuk penelitian diundang oleh Balitjestro untuk studi banding dan pelatihan. Acara ini dilaksanakan pada h...