6000 Ha Tanaman Jeruk Perlu Pendampingan Badan Litbang

bwi 1Perkembangan luas tanaman jeruk di Kabupaten Banyuwangi dapat di bilang sangat luar biasa. Dalam kurun waktu sekitar 6 tahun terakhir, menurut informasi Kabid Hortikultura Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi Bapak Ir. Syaifullah, MM  sudah berkembang lebih dari 6000 ha tanaman jeruk yang tersebar di tiga  kecamatan yaitu  Bangorejo, Purwoharjo, dan Silirgung.

Belum lama ini Badan Litbang Pertanian melalui  Balitjestro telah melakukan kunjungan dalam rangka studi outcome dan analisis potensi dampak teknologi unggulan benih  jeruk bebas penyakit.  Secara umum petani pelaku agribisnis tanaman jeruk belum menggunakan benih jeruk bebas penyakit dengan sertifikasi label warna biru.  Hanya sebagian kecil petani sudah menggunanan bibit jeruk bebas penyakit produk Badan Litbang (Balitjestro).

bwi 2Menurut Bapak H. Purwanto kelompok tani Desa Sidorejo Kecamatan Purwoharjo yang telah mengadopsi teknologi benih jeruk bebas penyakit, ternyata  benih bersertifikat label warna biru memiliki kelebihan yakni bebas penyakit, pertumbuhan cepat, perakaran kuat, dan kebenaran varietasnya jelas. Hal senada juga disampaikan oleh pengurus Gapoktan Bango Lestari Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo.

Kondisi belum teradopsinya benih jeruk bebas penyakit secara maksimal di Kabupaten Banyuwangi  menjadi pekerjaan rumah bersama, karena potensi  terserang penyakit  berbahaya yaitu CVPD tidak dapat dihindari.  Untuk mengantisipasi permasalahan yang akan timbul maka ke depan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi  akan menjalin kerjasama pendampingan teknologi dengan Badan Litbang Pertanian (Balitjestro) untuk memajukan angibisnis jeruk.

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event