Kementan Dorong Produk Hortikultura KWT Masuk Marketplace

Berbagai produk dan olahan KWT ditampilkan, termasuk sayur organik dan olahan buah. Foto: z@in | Balitjestro

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong agar berbagai produk petani mampu ditingkatkan olahan pascapanennya sehingga mampu memberikan nilai tambah. Dalam kesempatan launching Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) BPP Kecamatan Junrejo Kota Batu, Sabtu 31 Oktober 2020, Dr. Ir Siti Munifah, M.Si selaku Sekretaris Badan PPSDMP Kementan mengungkapkan berbagai program dan dukungan yang telah dan akan terus dilakukan di tahun mendatang melalui program Kostratani.

Hadir dalam launching Kostratani yaitu Kepala BBPP Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt,M.Si; Kepala Balitjestro Dr. Ir. Harwanto, M.Si; Kepala Dinas Pertanian Kota Batu Ir. Sugeng Pramono; Danrem 083/Baladhika Jaya Malang Letkol Inf Nanang Prianggodo; perwakillan Kapolsek Batu dan seluruh penyuluh lingkup Kecamatan Junrejo Kota Batu.

BPP Junrejo Kota Batu adalah satu dari dua BPP Kostratani yang dibawah koordinasi Balitjestro. Selain BPP Junrejo, Balitjestro mengawal BPP Dau, Kabupaten Malang. 

Berbagai produk pertanian, mulai dari tanaman pangan dan hortikultura ditampilkan Kelompok Tani dan kelompok Tani Wanita (KWT) diantaranya sayur organik, produk bawang merah dan bawang putih, krupuk jamur, pangsit bidara, stik sawi, aneka pia, aneka olahan minuman tradisional, dan berbagai olahan lainnya.

Siti Munifah mengapresiasi berbagai hal yang sudah dilakukan oleh KWT sehingga berbagai produk turunan sudah banyak variannya. Namun, beliau menekankan agar semua produk harus teregistrasi dengan baik mulai dari PIRT bahkan sampai mendapatkan ijin edar MD BPOM. Pemda diminta untuk mengawal proses tersebut, terutama PIRT yang memang menjadi kewenangannya. Berbagai ijin tersebut akan meningkatan kepercayaan konsumen karena jaminan kualitasnya.

Diskusi dengan stakeholder sekaligus launchung Kostratani BPP Junrejo Kota Batu. Foto: z@in | Balitjestro

Peran Universitas, sebagaimana hadir dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Program Studi Manajemen sangat diperlukan. Agus Sucipto mengatakan bahwa Ahli manajemen dan komunikasi pemasaran UIN Malang akan mendampingi produk KWT agar siap masuk ke marketpalce. “Termasuk studi kelayakan bisnis dilakukan agar produk petani bisa bersaing di pasar,” imbunya. Kerjasama dengan berbagai Universitas lingkup Malang Raya dilakukan diantara dengan UB, UMM Malang, UIN Malang, Unisma, dll.

Saat ini memang sudah tidak bisa dielakkan lagi bahwa produk pertanian harus beradaptasi bahkan mampu bersaing di marketplace. Marketplace adalah perantara antara penjual dan pembeli di dunia maya. Dengan penjualan daring, produk lebih cepat sampai ke konsumen dan memotong rantai distribusi yang panjang. Situasi pandemik Covid-19 mengubah pola transaksi konvensional ke dunia maya, baik melalui media sosial maupun berbagai situs penjualan online yang mulai menjamur.

Tentu, tidak semua petani mampu melek mengoperasikan media sosial dan sarana daring yang ada. Peran para pemuda, terutama generasi milenial sangat dibutuhkan. Merekalah yang terbiasa menggunakan dawai dan berinteraksi di dunia maya. Kreativitas generasi milenial ini merupakan peluang tersendiri bagi agribisnis pertanian agar lebih menarik konsumen. Apalagi saat ini konsumsi sehat melalui gerakan “go organic” misalnya menjadi tren di kota besar.

Dalam sesi diskusi, berbagai persoalan dibahas mulai dari dukungan yang dibutuhkan BPP untuk menjalankan fungsi kostratani secara optimal, fungsional penyuluh, kartu tani dan subsidi pupuk, sampai prosedur ekspor yang dinilai masih berbelit. Sebagaimana diketahui, di Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu ini, terdapat eksportir anggrek yang sudah terkenal, bahkan sampai luar negeri. Prosedur ekspor yang ada selama ini dinilai masih berbelit. Diharapkan pembenahan dilakukan sehingga produk-produk petani Indonesia yang berdaya saing mampu diekspor.

Tanam jeruk di BPP Junrejo Kota Batu. Foto: z@in | Balitjestro

Acara launching Kostratani ditutup dengan penanaman tanaman jeruk secara simbolis di lingkungan BPP Junrejo Kota Batu. Jeruk saat ini mulai berkembang di Kota Batu, apalagi nilai ekonomisnya tinggi. [Hnf]

Agenda

no event